Kalau dilihat lebih detail, pertumbuhan ini cukup merata. Dari 15 komoditas ekspor utama negeri ginseng itu, sepuluh di antaranya catatkan pertumbuhan positif. Tapi, pahlawan utamanya jelas satu: semikonduktor.
Ekspor chipnya sendiri meroket luar biasa, tepatnya 151,4 persen! Nilainya mencapai USD32,83 miliar, sekaligus mencatatkan rekor bulanan baru. Sebuah lompatan yang sangat signifikan.
Lalu, apa penyebab di balik lonjakan fenomenal ini? Menurut analisis, ada dua faktor kunci yang mendorongnya. Pertama, tentu saja ekspansi investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan atau AI yang membutuhkan banyak chip. Kedua, terjadi lonjakan harga untuk chip memori di pasar global. Kombinasi kedua hal inilah yang mendongkrak angka pengiriman sampai ke level rekor.
Artikel Terkait
DJP Catat Lebih dari 10,5 Juta SPT Tahunan Dilaporkan hingga Tenggat Maret 2026
Pemprov Sumsel Rencanakan Pengadaan Mobil Dinas Baru Senilai Rp5 Miliar di Tengah Wacana Efisiensi
Setjen DPR Padamkan Lampu Koridor dan Ruang Rapat untuk Efisiensi Anggaran
Mirae Asset Proyeksikan Inflasi Maret 2026 Turun, Waspadai Risiko Geopolitik