Namun begitu, fenomena ini bukan satu-satunya cerita. Sebelumnya, Suntana telah membeberkan data yang tak kalah penting: penumpang angkutan umum selama Lebaran tembus 23,54 juta orang. Angka yang cukup fantastis itu menunjukkan pergeseran preferensi. Masyarakat mulai banyak beralih ke transportasi umum, di semua moda. "Jadi ada pergeseran masyarakat kita memanfaatkan angkutan umum di semua sektor," katanya.
Rincian persentase kenaikannya beragam. Angkutan jalan naik 11,6%, laut 9,86%, dan udara 6,97%. Kereta api, favorit banyak orang, mencatat pertumbuhan solid sebesar 10%.
Di sisi lain, arus mudik dengan kendaraan pribadi juga tetap padat. Pergerakan kendaraan yang keluar dari Jabodetabek tercatat 2,90 juta unit, naik sekitar 4% dari tahun sebelumnya. Mayoritas perjalanan tepatnya 51% menuju Jawa Tengah. Sisanya, 26,5% ke Jawa Timur, dan sekitar 22% mengalir ke wilayah barat dan selatan seperti Bogor dan Sukabumi yang memang jadi tujuan wisata andalan.
Jadi, gambaran mudik tahun ini kompleks. Di satu sisi, ada yang memilih kemewahan dan kepraktisan jet pribadi. Di sisi lain, tren naiknya pengguna angkutan umum juga nyata. Semuanya bergerak, semuanya ramai, menuju satu tujuan yang sama: pulang.
Artikel Terkait
Bank QNB Indonesia Catat Pertumbuhan Kredit 18% dan Perbaikan NPL di 2025
BSI Salurkan Zakat Perusahaan dan Karyawan Rp289 Miliar, Pertahankan Posisi Penyumbang Terbesar
Kemenpar Alihkan Fokus Pasar ke Asia Timur dan ASEAN Imbas Konflik Timur Tengah
Granat Aktif Ditemukan di Tong Sampah Kantor BPN Makassar