Bank QNB Indonesia Catat Pertumbuhan Kredit 18% dan Perbaikan NPL di 2025

- Rabu, 01 April 2026 | 16:50 WIB
Bank QNB Indonesia Catat Pertumbuhan Kredit 18% dan Perbaikan NPL di 2025

Di tengah gejolak ekonomi yang tak menentu, Bank QNB Indonesia justru mencatat tahun 2025 yang cukup solid. Laporan keuangan terbaru mereka menunjukkan pertumbuhan kredit yang kuat, disertai perbaikan signifikan dalam kualitas aset. Tampaknya, bank ini berhasil menavigasi ketidakpastian global dan domestik dengan cukup baik.

Nick Groene, Direktur Utama bank tersebut, tak menyembunyikan rasa puasnya. Menurutnya, capaian ini adalah bukti ketangguhan model bisnis yang mereka bangun.

“Kinerja di 2025 ini menunjukkan fondasi kami yang semakin kuat,” ujar Nick dalam sebuah keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

“Meski situasi ekonomi penuh tantangan, kami berkomitmen pada pertumbuhan yang disiplin. Kunci utamanya adalah menjaga kualitas aset dan likuiditas tetap prima,” tambahnya.

Angkanya memang cukup berbicara. Hingga akhir Desember 2025, kredit bersih mereka melesat 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata industri perbankan yang hanya sekitar 9,6%. Segmen korporasi dan institusi menjadi penyumbang terbesarnya, dengan sektor-sektor seperti informasi-komunikasi, manufaktur, serta jasa keuangan dan asuransi menjadi motor utama penyaluran dana.

Yang menarik, tahun lalu juga menjadi momen bersejarah bagi bank ini. Untuk pertama kalinya, mereka menyalurkan kredit berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah ini bukan sekadar tren, melainkan komitmen nyata mendukung praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab di Indonesia.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11%. Aktivitas intermediasi yang meningkat ini turut mendongkrak total aset bank menjadi Rp13,2 triliun, naik sekitar 3% dari posisi Rp12,9 triliun di tahun 2024.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar