Permintaan itu disampaikannya di New York, dan dikutip kembali pada Rabu pagi.
Namun begitu, tuntutan Indonesia tidak berhenti di situ. Mereka juga mendesak akuntabilitas hukum bagi para pelaku. Ada tiga poin penting yang ditekankan. Pertama, soal pemulangan jenazah ketiga pahlawan itu. Prosesnya harus cepat, aman, dan penuh martabat. Sementara untuk yang terluka, perawatan medis terbaik mutlak diberikan.
Kedua, Indonesia meminta jaminan konkret. Semua pihak, tak terkecuali Israel, harus menjunjung tinggi hukum internasional. Perilaku agresif yang membahayakan personel dan aset PBB harus dihentikan. Sekarang juga.
Terakhir, ada seruan untuk langkah darurat. Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal didesak bertindak. Perlindungan penuh bagi personel UNIFIL adalah harga mati. Ini termasuk meninjau ulang protokol keamanan dan menyiapkan rencana evakuasi yang jelas jika keadaan memburuk.
Suasana di sidang meninggalkan kesan mendalam. Sebuah tragedi di medan misi perdamaian sekali lagi mengingatkan dunia tentang betapa rapuhnya perdamaian itu sendiri.
Artikel Terkait
Israel Bantah Keterlibatan dalam Ledakan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon, Tuding Hizbullah
Pemerintah Dorong WFH Satu Hari per Minggu, Sektor Vital Dikecualikan
Project Hail Mary Raih Pendapatan Global 322 Juta Dolar dalam Kurang Sebulan
Wamenhub: Dampak Perang AS-Israel-Iran Tak Terasa, Penerbangan Domestik Tetap Tumbuh