Project Hail Mary Raih Pendapatan Global 322 Juta Dolar dalam Kurang Sebulan

- Rabu, 01 April 2026 | 14:10 WIB
Project Hail Mary Raih Pendapatan Global 322 Juta Dolar dalam Kurang Sebulan

Masih belum genap sebulan tayang, tapi Project Hail Mary sudah melesat. Film sci-fi terbaru yang dibintangi Ryan Gosling itu berhasil menduduki posisi kedua film terlaris global untuk Maret 2026. Pendapatannya? Tercatat sudah menyentuh angka 322,43 juta dolar AS dan masih terus bertambah.

Peluangnya untuk meraup lebih banyak lagi masih terbuka lebar. Ingat saja, di awal pekan penayangannya, film ini langsung meraup 140,9 juta dolar secara global. Angka yang cukup fantastis.

Ini bukan kali pertama karya Andy Weir diadaptasi dengan sukses. Sebelumnya, The Martian yang rilis tahun 2015 sukses besar dengan pendapatan kotor mencapai 630 juta dolar. Padahal, biaya produksinya 'hanya' 108 juta dolar. Nah, Project Hail Mary sepertinya sedang menapaki jejak kesuksesan yang sama.

Respons penonton pun luar biasa positif. Di Rotten Tomatoes, ratingnya mencapai 95%. Sementara di IMDb, skornya 8,4 dari 10. Angka-angka itu jelas menunjukkan kepuasan mayoritas audiens.

Buka saja media sosial, misalnya Twitter (X), maka Anda akan menemukan banyak pujian. Banyak yang terkesima dengan adegan-adegan luar angkasa yang digambarkan dengan sangat mewah dan spektakuler. Apalagi, film ini memang diproduksi khusus untuk layar IMAX.

Bicara soal IMAX, pengalaman menontonnya di studio dengan spesifikasi terbaik benar-benar berbeda. Beberapa penonton beruntung bisa menyaksikannya di layar super lebar dengan aspek rasio 1.43:1 dan rol film 70 mm. Hasilnya? Gambar yang luar biasa detail dan imersif, seolah kita ikut terbang di dalam pesawat ruang angkasa bersama sang protagonis.

Sayangnya, sensasi menonton yang maksimal itu agak sulit didapatkan di Indonesia. Mayoritas layar IMAX di bioskop kita punya aspek rasio standar 1.90:1, yang tidak mendukung format film 70 mm. Jadi, meski tetap seru, ada sedikit 'kurangnya' dibandingkan pengalaman penonton di negara lain.

Tapi jangan khawatir, filmnya sendiri tetap sangat layak ditonton. Kabar baiknya, Project Hail Mary sudah bisa disaksikan di bioskop Indonesia mulai 8 April 2026.

Dari Buku Bestseller ke Layar Lebar

Kesuksesan film ini sebenarnya sudah bisa ditebak. Soalnya, novel aslinya karya Andy Weir sudah punya basis penggemar yang sangat loyal.

Dirilis pada 2021, buku Project Hail Mary langsung melesat. Pada Mei di tahun yang sama, novel ini sudah menduduki peringkat ketiga dalam daftar New York Bestseller. Penjualannya di minggu-minggu pertama saja mencapai sekitar 30.000 unit.

Bukan hanya versi cetaknya. Audiobook-nya juga laris manis, terjual hingga 2 juta unit. Buku ini bertengger di daftar bestseller New York Times selama berminggu-minggu, menunjukkan daya tarik ceritanya yang kuat.

Kesuksesan itulah yang mungkin membuat MGM (Metro-Goldwyn-Mayer) tak ragu membeli hak ciptanya. Nilai transaksinya disebut-sebut mencapai 3 juta dolar AS, atau setara dengan sekitar 50,93 miliar rupiah.

Ceritanya sendiri cukup menarik. Mengisahkan tentang Ryland Grace, seorang ilmuwan yang dikirim dalam misi penyelamatan bumi. Tujuannya: mencari solusi untuk menghentikan ancaman alga luar angkasa yang berpotensi 'melahap' matahari kita. Sebuah premis yang khas Weir, memadukan sains yang rumit dengan narasi petualangan yang mendebarkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar