Prabowo dan Lee Jae Myung Sepakati Perluasan Kerja Sama Bilateral di Seoul

- Rabu, 01 April 2026 | 14:20 WIB
Prabowo dan Lee Jae Myung Sepakati Perluasan Kerja Sama Bilateral di Seoul
Pertemuan Bilateral Prabowo dan Lee Jae Myung

Di Istana Cheong Wa Dae yang ikonik, atau yang lebih dikenal sebagai Blue House, Presiden Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan pemimpin Korea Selatan, Lee Jae Myung. Pertemuan bilateral ini menghasilkan kesepakatan untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang. Bagi Prabowo, kunjungan pertamanya ke Negeri Ginseng ini bukan sekadar kunjungan biasa.

Ia menegaskan, lawatan ini punya arti strategis yang dalam. Lebih dari itu, ini adalah cerminan nyata komitmen Jakarta untuk mengukuhkan kemitraan yang sudah lama terjalin.

"Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,"

Demikian pernyataan Prabowo yang dirilis oleh Biro Sekretariat Presiden, Rabu (1/4/2026).

Memang, hubungan antarnegara yang sudah berjalan lama pasti ada dinamikanya. Kadang, perbedaan pandangan bisa muncul. Namun begitu, Prabowo meyakini bahwa kunci utamanya adalah keterbukaan dan kejujuran. Dua hal itulah yang bisa menjaga hubungan tetap konstruktif dan solid.

Dia lantas menekankan titik temu yang kuat antara kedua negara. Indonesia dan Korea Selatan, menurutnya, sama-sama negara di kawasan Pasifik dan punya orientasi perdagangan yang kuat. Potensi saling melengkapi, katanya, sangat besar di sektor-sektor strategis.

"Kita berdua adalah negara di Pasifik. Kita berdua adalah negara perdagangan. Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi,"

Sinergi itu terlihat jelas. Di satu sisi, Korea Selatan maju pesat di industri, sains, dan teknologi. Di sisi lain, Indonesia punya kekuatan sumber daya alam yang melimpah. Tapi Prabowo tak hanya bicara ekonomi. Dalam situasi global yang makin tidak pasti dan penuh risiko, kerja sama menjaga stabilitas dan perdamaian dinilainya semakin krusial.

"Kunjungan kenegaraan saya ke sini berlangsung di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan bahaya. Oleh karena itu, hubungan antarnegara seperti Indonesia dan Republik Korea menjadi semakin penting,"

Ke depan, harapannya jelas: meningkatkan level kemitraan strategis khusus antara kedua negara. Untuk mewujudkannya, Prabowo mendorong agar para menteri dari kedua pihak segera bergerak.

"Marilah kita meminta para menteri kita untuk berupaya mewujudkan peran yang lebih tinggi ini,"

Ucapnya menutup pembicaraan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar