WATES – Rencananya, jenazah Praka Farizal Rhomadhon akan dibawa pulang ke tanah kelahirannya. Prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon itu akan dimakamkan di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Informasi itu disampaikan Wakidi, sang Dukuh setempat di Ledok, Lendah. Ia mendapat kabar langsung dari keluarga almarhum. Rumah duka telah disiapkan di RT 17 Ledok, Sidorejo.
"Kan tadi dari Pak Babinsa kan tanya sama saya, ya saya tanya sama keluarga makamnya nanti di mana, di Makam Pahlawan atau di tempat umum? (Dijawab) umum,"
kata Wakidi, ditemui di lokasi pada Senin (30/3/2026).
Jika tak ada aral melintang, prosesi pemakaman akan dilangsungkan di Makam Nambangan, Ledok. Itu adalah pemakaman umum.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, kepastian kapan jenazah tiba dari Lebanon masih belum jelas. Tapi di kampung halaman, segala persiapan sudah digelar. Warga dan keluarga tak ingin kecolongan.
"Yang dilakukan ya persiapan untuk nanti kalau jenazah sudah datang mau upacara umum dan upacara dari militer," ujar Wakidi lagi.
Farizal meninggalkan duka yang mendalam. Ia masih memiliki seorang istri dan anak perempuan yang baru menginjak usia dua tahun. Di lingkungannya, almarhum dikenal aktif. Dulu, ia sering terlibat di Karang Taruna.
Karier militernya dimulai sejak 2017. Sebelum bertugas di Lebanon, Praka Farizal pernah ditugaskan di Aceh.
Wakidi masih ingat pertemuan terakhir mereka. Saat Idul Fitri 2025 silam, mereka sempat bersilaturahmi sebentar di lapangan. Lebaran tahun ini, Farizal tak bisa pulang.
"Saya ketemu di lapangan pas hari Idul Fitri itu. Cuma silaturahmi saja," kenangnya.
Di sisi lain, konfirmasi resmi juga datang dari institusi. Komandan Kodim 0731/Kulonprogo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, membenarkan kabar duka ini.
Dia menjelaskan, Farizal adalah anggota Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah yang bermarkas di Kodam Iskandar Muda, Aceh.
Dyan menegaskan, almarhum akan dimakamkan dengan penghormatan penuh sesuai protokol militer.
"Karena almarhum gugur (saat bertugas di Lebanon -Red) maka kita laksanakan upacara pemakaman militer," tegas Dyan.
Sebelumnya, kabar meninggalnya prajurit Indonesia ini bahkan telah sampai ke meja Sekjen PBB, Antonio Guterres. Ia menyatakan kecaman keras atas serangan mematikan di wilayah Adchit Al Qusayr itu, yang menewaskan satu personel TNI dalam misi UNIFIL.
Kini, semua mata tertuju pada proses pemulangan. Keluarga dan rekan-rekannya menunggu, berharap pahlawan mereka segera tiba untuk peristirahatan terakhir.
Artikel Terkait
Agung Laksono Restui La Ode Safiul Akbar Maju Calon Ketum Kosgoro 1957, Target Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029
Polrestabes Makassar Tangkap Pemuda 19 Tahun yang Perkosa dan Bunuh Bocah 12 Tahun, Pelaku Semua Buat Keributan Saat Olah TKP
Bogor Hornbills Paksa Laga Penentuan Usai Kalahkan Kesatria Bengawan Solo di Overtime
Zelensky Minta Tambahan Rudal Patriot ke AS di Tengah Serangan Rudal Balistik Rusia yang Meningkat