JAKARTA Di tengah hiruk-pikuk situasi geopolitik global, ternyata sektor penerbangan dalam negeri kita justru menunjukkan geliat yang menarik. Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, dengan santai menyebut bahwa dampak perang antara AS, Israel, dan Iran nyaris tak terasa di sini. "Nggak ada pengaruh, everything is okay lah gitu ya," ujarnya saat ditemui di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana, Rabu (1/4/2026) lalu.
Menurutnya, kondisi penerbangan Indonesia baik-baik saja. Bahkan, ada tren yang justru menanjak.
Yang cukup mencolok adalah lonjakan permintaan sewa jet pribadi atau private jet untuk libur Lebaran tahun ini. Suntana melaporkan, data terbaru menunjukkan kenaikan yang signifikan. "Ya karena jumlah penerbangan di data sekarang ini mengalami kenaikan termasuk private jet," sambungnya.
Rupanya, jet pribadi kini jadi pilihan sebagian masyarakat untuk mudik dan bersilaturahmi. "Kami laporkan, terjadi kenaikan memang kebutuhan pesawat dan pesanan privat jet untuk kebutuhan silaturahmi juga cukup tinggi," jelas Suntana. Tren ini seolah menggarisbawahi perubahan pola perjalanan yang semakin beragam.
Namun begitu, fenomena ini bukan satu-satunya cerita. Sebelumnya, Suntana telah membeberkan data yang tak kalah penting: penumpang angkutan umum selama Lebaran tembus 23,54 juta orang. Angka yang cukup fantastis itu menunjukkan pergeseran preferensi. Masyarakat mulai banyak beralih ke transportasi umum, di semua moda. "Jadi ada pergeseran masyarakat kita memanfaatkan angkutan umum di semua sektor," katanya.
Rincian persentase kenaikannya beragam. Angkutan jalan naik 11,6%, laut 9,86%, dan udara 6,97%. Kereta api, favorit banyak orang, mencatat pertumbuhan solid sebesar 10%.
Di sisi lain, arus mudik dengan kendaraan pribadi juga tetap padat. Pergerakan kendaraan yang keluar dari Jabodetabek tercatat 2,90 juta unit, naik sekitar 4% dari tahun sebelumnya. Mayoritas perjalanan tepatnya 51% menuju Jawa Tengah. Sisanya, 26,5% ke Jawa Timur, dan sekitar 22% mengalir ke wilayah barat dan selatan seperti Bogor dan Sukabumi yang memang jadi tujuan wisata andalan.
Jadi, gambaran mudik tahun ini kompleks. Di satu sisi, ada yang memilih kemewahan dan kepraktisan jet pribadi. Di sisi lain, tren naiknya pengguna angkutan umum juga nyata. Semuanya bergerak, semuanya ramai, menuju satu tujuan yang sama: pulang.
Artikel Terkait
Imam Besar Masjidil Haram Serukan Haji Sebagai Sarana Persatuan Umat dalam Khutbah Arafah 1447 H
Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan, Dorong Kemitraan Komprehensif dengan Prancis
Danantara Rilis Laporan Keuangan Konsolidasi BUMN pada Akhir Kuartal III 2026
Kuasa Hukum Yakin Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Akan Naik ke Tahap P21