Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden di Perbatasan Israel-Lebanon

- Selasa, 31 Maret 2026 | 09:10 WIB
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden di Perbatasan Israel-Lebanon

Soal penyebab pasti, masih gelap. Rico menyebut UNIFIL sendiri yang sedang menyelidiki seluruh kejadian sesuai prosedur standar. Yang jelas, pemerintah Indonesia lewat Kemhan dan TNI tidak tinggal diam. Koordinasi dengan markas UNIFIL digenjot untuk memastikan keselamatan personel yang masih bertugas dan tentu saja, memastikan korban mendapat perawatan terbaik.

“Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” tegas Rico.

Dalam pernyataannya, ia juga menekankan satu hal penting: keselamatan pasukan perdamaian harus jadi prioritas. Semua pihak yang bertikai diharap menghormati hukum humaniter internasional. Jangan sampai personel yang justru datang untuk meredakan ketegangan malah jadi sasaran.

“Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB,” jelas dia.

Ini bukan insiden pertama. Baru sehari sebelumnya, pada Minggu (29/3/2026), seorang prajurit Indonesia lain, Praka Farizal Rhomadhon, juga gugur dalam insiden serupa. Tiga rekannya terluka. Rentetan peristiwa ini tentu saja menyisakan duka mendalam dan pertanyaan besar tentang keamanan para penjaga perdamaian di lapangan.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar