“Kerja sama sister park ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan taman nasional melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik di bidang konservasi dan pengembangan ekowisata,” jelasnya lagi.
Ngomong-ngomong soal kerja sama dengan Jepang, ini bukan satu-satunya. Baru dua hari sebelumnya, tepatnya Sabtu, Menhut sudah lebih dulu menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Prefektur Shizuoka. Isinya tentang program breeding loan untuk Komodo. Jadi, ada skema pinjam-meminjam satwa langka ini untuk keperluan penangkaran dan konservasi.
Menurut Menhut, dua program ini sister park dan breeding loan Komodo bukan cuma soal lingkungan. Ini juga bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral. Dan kebetulan, semua ini terjadi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang.
Jadi, ada dua hal yang sedang digarap: mengelola lanskap dan melestarikan satwa. Keduanya sama-sama penting untuk masa depan alam kita.
Artikel Terkait
Pemerintah Belum Ubah Batas Harga Tiket Pesawat Meski Tekanan Biaya Operasional Meningkat
Komnas HAM Kaji Berbagai Opsi Penanganan Kasus Penyiranan Aktivis KontraS
Prabowo Undang Pengusaha Jepang Tingkatkan Investasi di Indonesia
Prabowo Buka Pintu Investasi Lebar-Lebar untuk Jepang di Tokyo