Megawati Instruksikan PDIP Beri Penghormatan Terbaik untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon

- Senin, 30 Maret 2026 | 22:00 WIB
Megawati Instruksikan PDIP Beri Penghormatan Terbaik untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran partai menyampaikan duka mendalam. Mereka berduka atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI dari Satgas Yonmek Konga XXIII-S UNIFIL di Lebanon.

Rasa duka itu tertuang dalam sebuah pernyataan sikap resmi, Senin (30/3/2026). Pernyataan yang ditandatangani Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Ahmad Basarah itu sekaligus mengungkap instruksi langsung dari Megawati.

"Ibu Megawati Soekarnoputri telah memberi instruksi kepada seluruh jajaran PDI Perjuangan untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum," bunyi kutipan pernyataan itu.

Tak cuma itu. Megawati juga mengusulkan sejumlah bentuk penghargaan negara untuk keluarga yang ditinggalkan. Usulan itu berupa kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, dan juga jaminan untuk masa depan pendidikan anak almarhum.

Di sisi lain, keluarga besar PDIP sendiri tak tinggal diam. Mereka berencana bergotong royong membantu keluarga Praka Farizal. Bantuan yang dimaksud mencakup santunan untuk kebutuhan rumah tangga dan yang tak kalah penting: beasiswa bagi anak almarhum yang kini masih balita, baru menginjak usia dua tahun.

Partai berlambang banteng itu menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Praka Farizal gugur di Lebanon Selatan pada 29 Maret 2026, saat menjalankan tugas mulia sebagai penjaga misi perdamaian PBB. Menurut PDIP, gugurnya prajurit TNI itu adalah bukti nyata komitmen profesional Indonesia di kancah global.

"Secara tegas TNI menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab," tegas pernyataan tersebut.

Lebih jauh, PDIP menilai pengorbanan prajurit seperti Farizal bukan hal sepele. Mereka adalah perisai bangsa dan perwujudan konkrit dari amanat konstitusi, khususnya Pembukaan UUD 1945, yang menyebutkan tentang ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pernyataan itu menutup dengan refleksi panjang. Selama hampir tujuh dekase, Kontingen Garuda telah menjadi kebanggaan diplomasi Indonesia.

"Kontingen Garuda telah menjadi mahkota diplomasi Indonesia di kancah dunia yang membuktikan bahwa bangsa ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi juga bersedia berkorban untuk mewujudkannya di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa," demikian penegasan akhir dari pernyataan sikap PDIP.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar