Satu Kampus dari PAUD hingga SMA: Sekolah Terintegrasi Siap Dibangun di Tiap Kecamatan

- Jumat, 30 Januari 2026 | 09:50 WIB
Satu Kampus dari PAUD hingga SMA: Sekolah Terintegrasi Siap Dibangun di Tiap Kecamatan

Pemerintah kini tengah mematangkan konsep Sekolah Terintegrasi. Hal ini dibahas dalam sebuah rapat tingkat menteri yang dipimpin langsung oleh Menko PMK, Pratikno. Intinya, sekolah model baru ini diharapkan bisa menjawab dua masalah pokok pendidikan kita: mutu yang timpang antar daerah dan capaian kualitas yang masih rendah di banyak tempat.

“Sekolah Terintegrasi dirancang sebagai instrumen pemerataan akses pendidikan berkualitas. Ini bukan sekadar pembangunan fisik sekolah, tetapi transformasi tata kelola pendidikan agar setiap anak, dimana pun berada, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu,” tegas Pratikno, Kamis (29/1/2026).

Jadi, konsepnya bagaimana? Rencananya, akan ada satu sekolah seperti ini di setiap kecamatan. Sekolahnya inklusif dan gratis, sehingga bisa menjangkau lebih banyak anak. Yang menarik, sekolah ini akan menyediakan semua jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, sampai SMA atau SMK, dalam satu sistem pengelolaan yang menyeluruh. Bayangkan, seorang anak bisa menempuh pendidikan dari usia dini hingga remaja di tempat yang sama, dengan kurikulum yang terpadu dan fasilitas yang memadai.

Di sisi lain, sasaran utamanya memang anak-anak dari keluarga menengah. Namun begitu, pintunya tetap terbuka bagi kelompok rentan yang mungkin belum terjangkau program lain. Harapannya jelas: mempersempit kesenjangan dan membuka jalan untuk mobilitas sosial lewat pendidikan.

Nah, yang tak kalah penting adalah kaitannya dengan dunia kerja. Sekolah ini nantinya akan dirancang agar terintegrasi dengan fasilitas vokasi dan pelatihan yang sesuai dengan karakter wilayahnya. Misalnya, di daerah pesisir akan ada vokasi perikanan. Sementara di kawasan daratan, bisa fokus pada pertanian, peternakan, atau perkebunan.

“Sehingga lulusannya dapat terserap dan sesuai dengan kebutuhan riil dunia kerja,” kata Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

Tentu, program sebesar ini butuh dukungan banyak pihak. Sinergi antar kementerian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan mutlak diperlukan. Pratikno sendiri menegaskan, “Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa, dan Sekolah Terintegrasi menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan.”

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, memaparkan tiga target besarnya. Pertama, transformasi infrastruktur. Lalu, transformasi SDM. Dan yang ketiga, transformasi pembelajaran berkelanjutan yang mendukung transisi anak dengan lebih baik. Kurikulumnya akan mengombinasikan nasional dan internasional, tapi tetap mempertimbangkan kearifan lokal.

“Sekolah Terintegrasi diharapkan dapat menjadi motor penggerak di level kecamatan,” ujarnya.

Dari sisi regulasi, payung hukumnya sudah mulai disiapkan. Lewat Kepmenko PMK Nomor 7 Tahun 2026, dibentuklah Tim Kerja Penyiapan Pembangunan Sekolah Terintegrasi. Menko PMK dan Mendikdasmen bertindak sebagai pengarah. Ke depan, regulasi pendukung lainnya akan disusun untuk memastikan kebijakan ini bisa jalan di lapangan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar