Kepanikan tiba-tiba menyebar di Israel selatan, Minggu (29/3/2026). Penyebabnya, sebuah rudal yang diluncurkan Iran berhasil menghantam pabrik kimia di Kawasan Industri Neot Hovav, tak jauh dari kota Beersheba. Dentuman keras langsung diikuti kobaran api yang melahap bagian fasilitas itu.
Di layar televisi Al Jazeera, situasinya benar-benar mencekam. Asap hitam pekat membubung tinggi, mencoret langit biru dengan gumpalan kelam. Di bawahnya, cahaya oranye api terlihat jelas meski di siang hari. Tim darurat langsung bergegas, sirene meraung-raung, berusaha mengendalikan si jago merah yang berkobar.
Warga sekitar pun diperintahkan untuk mengunci diri di rumah. Kekhawatiran utama saat itu adalah kemungkinan kebocoran bahan kimia berbahaya. Bayangan ancaman bagi kesehatan langsung meneror warga. Suasana makin mencekam.
Namun begitu, setelah beberapa jam, pihak berwenang akhirnya memberikan penjelasan yang sedikit menenangkan. Mereka mengonfirmasi bahwa, untungnya, tidak ada bahan berbahaya yang bocor ke udara bebas. Napas bisa sedikit lega.
Meski ancaman langsung tampaknya terkendali, serangan ini meninggalkan bekas yang lebih dalam: rasa was-was. Bagi banyak orang di Israel, pesan Iran terasa gamblang dan mengerikan. Mereka tidak main-main. Sasaran rudal itu adalah Neot Hovav, sebuah kawasan industri strategis. Ini menunjukkan bahwa infrastruktur penting Israel kini masuk dalam bidikan.
Peringatan Iran sebelumnya memang keras. Mereka akan membalas setiap serangan terhadap aset strategisnya dengan menargetkan infrastruktur Israel. Dan serangan-serangan sebelumnya ke wilayah seperti Negev, Dimona, dan Beersheba bukanlah kebetulan.
Terutama Dimona.
Kota itu bukan sembarang tempat. Di sanalah fasilitas riset nuklir Israel berada. Serangan ke Neot Hovav, yang relatif berdekatan, seperti sebuah pengingat yang menggetarkan: mereka tahu titik-titik vitalnya, dan mereka berani menembaknya.
Artikel Terkait
Jemaah Haji Mulai Puncak Ibadah dengan Wukuf di Arafah Setelah Jalani Tarwiyah di Mina
Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatra Dimulai Juni 2026
PHE Minta Dukungan Pemerintah Percepat Perizinan Lahan dan Pasokan Listrik Demi Dongkrak Produksi Migas
Pria Mabuk di Tangsel Diduga Lecehkan Anak 9 Tahun, Diamuk Warga