Menurut Erwin, peningkatan aktivitas pasar sekunder itu bukan cuma angka belaka. Ia diharapkan bisa mendukung pendalaman pasar keuangan secara keseluruhan. Pada akhirnya, semua bermuara pada satu hal: menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Di sisi lain, langkah ini juga punya pesan yang lebih luas. Ini adalah penegasan komitmen BI untuk membangun ekosistem pasar keuangan yang modern dan tahan banting. Dengan menjadikan SVBI dan SUVBI sebagai aset likuid berkualitas tinggi yang bisa di-repo, daya tariknya di mata investor dan bank pasti naik.
Dan kalau daya tariknya kuat, imbasnya akan terasa pada fondasi yang lebih kokoh: cadangan devisa dan stabilitas moneter nasional. Sebuah langkah teknis yang ujung-ujungnya berdampak sangat strategis.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan
Indeks Bisnis-27 Anjlok 1,37%, AMRT dan BBCA Tekan Pasar
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi, Solusi Kredit Digital untuk Kebutuhan Pascalebaran
Polisi Imbau Warga Antisipasi Macet Parah di Sekitar GBK Sore Ini Jelang Final Timnas