- Marco Bezzecchi – 81 poin
- Jorge Martin – 77 poin
- Pedro Acosta – 61 poin
Selisih Bezzecchi dan Martin tipis sekali. Hanya empat poin. Artinya, balapan selanjutnya bakal jadi pertarungan yang sangat sengit.
Lebih Dari Sekadar Cepat
Kalau mau ditarik benang merah, balapan di COTA membuktikan satu hal: kecepatan saja tidak cukup. Konsistensi adalah segalanya. Bezzecchi tak hanya cepat; dia juga nyaris tanpa cela di lintasan yang terkenal rumit itu.
Martin jelas masih ancaman utama. Tapi, untuk mengalahkan Bezzecchi, dia butuh sesuatu yang ekstra di momen-momen penentu. Di sisi lain, naiknya Acosta ke papan atas adalah cerita menarik lainnya. Dia adalah bintang yang sedang naik daun dengan pesat.
Lalu, Di Mana Rival-Rival Lainnya?
Yang patut dicatat, tim-tim besar seperti Ducati sepertinya masih mencari bentuk terbaiknya. Performa mereka belum maksimal. Situasi ini, tentu saja, jadi peluang emas bagi Aprilia untuk menjauh jika mereka bisa mempertahankan momentum.
Musim 2026 ini memang sudah dimulai dengan kejutan. Dominasi Aprilia lewat Bezzecchi adalah narasi utamanya. Peluang juara dunia terbuka lebar untuk mereka. Tapi, jalan masih panjang. Di MotoGP, apa pun bisa terjadi dalam sekejap.
Artikel Terkait
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan
Indeks Bisnis-27 Anjlok 1,37%, AMRT dan BBCA Tekan Pasar
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi, Solusi Kredit Digital untuk Kebutuhan Pascalebaran
Polisi Imbau Warga Antisipasi Macet Parah di Sekitar GBK Sore Ini Jelang Final Timnas