AS Kembali Alami Shutdown, Tapi Mungkin Tak Lama
Pemerintah federal Amerika Serikat terpaksa tutup lagi. Ini terjadi Sabtu dini hari waktu setempat, setelah Kongres gagal menyetujui anggaran baru sebelum batas waktunya habis.
Memang, Senat sudah sepakat dengan paket pendanaannya pada Jumat. Tapi, urusan belum selesai. Rancangan itu masih harus mendapatkan lampu hijau dari Dewan Perwakilan Rakyat, yang sayangnya sedang libur. Mereka baru akan kembali bekerja awal pekan depan.
Kalau DPR bisa segera menyetujui begitu mereka kembali, dampak shutdown kali ini kemungkinan besar akan terbatas. Washington jelas tak ingin mengulangi skenario buruk seperti akhir tahun lalu, saat pemerintah tutup sampai 43 hari lamanya. Itu pengalaman yang cukup melelahkan bagi semua pihak.
Lantas, apa yang memicu kebuntuan kali ini? Akar masalahnya ternyata berawal dari insiden di Minnesota. Dua warga ditembak mati oleh aparat, memicu gelombang protes yang menentang kebijakan imigrasi pemerintah. Peristiwa inilah yang kemudian memanaskan debat soal anggaran.
Chuck Schumer, pemimpin Demokrat di Senat, bersikukuh dengan posisinya.
"Kami tidak akan mendukung paket anggaran ini kecuali alokasi untuk Departemen Keamanan Nasional dihapus," tegasnya.
Departemen itulah yang menangani urusan imigrasi.
Sebenarnya, awal pekan kemarin sempat ada titik terang. Demokrat dan Republik sepakat untuk memisahkan dana DHS dari paket anggaran utama. Namun begitu, tekanan tetap ada. Kaum Demokrat mendesak Gedung Putih untuk melunakkan kebijakan imigrasinya yang dinilai terlalu keras. Jadi, meski shutdown kali ini diprediksi singkat, persoalan yang mendasarinya masih jauh dari selesai.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun