Delapan dapur yang menyediakan layanan gizi di Tulungagung terpaksa dihentikan sementara operasinya. Penyebabnya, menurut Badan Gizi Nasional (BGN) setempat, karena tempat-tempat itu dinilai tidak memenuhi standar prosedur yang telah ditetapkan.
Koordinator BGN Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengonfirmasi hal ini pada Minggu lalu. Ia menyebut, langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh. Ada beberapa dugaan pelanggaran yang jadi perhatian, mulai dari ketidaksiapan fasilitas hingga yang lebih serius: kasus keracunan makanan.
“Saat ini terdapat 116 dapur SPPG di Tulungagung, namun delapan di antaranya kami suspend sementara karena tidak memenuhi standar,” katanya.
Rinciannya begini. Satu dapur ditutup karena tak punya pengawas gizi. Tiga lainnya bermasalah dengan fasilitas yang dianggap belum layak. Sementara empat dapur sisanya, nah ini yang cukup meresahkan, sedang diselidiki terkait laporan keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk kasus yang terakhir ini, sampel makanannya sudah dites di lab. Hasilnya? Sudah dikirim ke kantor pusat BGN untuk dianalisis lebih jauh.
Artikel Terkait
AS Izinkan Tanker Minyak Rusia Berlabuh di Kuba, Atasi Krisis Energi Havana
Pengamat: Kendaraan Listrik Bisa Hemat Devisa hingga Rp40 Triliun Per Tahun
Bezzecchi Kukuhkan Puncak Klasemen dengan Kemenangan di MotoGP Amerika
Presiden Prabowo Tandatangani Buku Diaspora Indonesia di Tokyo