“Hasil uji laboratorium sudah kami kirim ke pusat, namun masih dalam tahap analisis sehingga belum bisa kami sampaikan,” ujar Sebrina.
Nah, buat kedelapan dapur yang kena suspend itu, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mereka diwajibkan melakukan evaluasi total. Mulai dari mengecek ulang penerapan SOP sampai memperbaiki sarana prasarana sesuai arahan Dinas Kesehatan. BGN tampaknya tak mau main-main.
Di sisi lain, momentum evaluasi ini juga dipakai untuk meninjau ulang kualitas distribusi MBG selama Ramadhan kemarin. Banyak keluhan dari masyarakat yang sampai ke telinga mereka.
“Kejadian sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas menu, sarana prasarana, dan sumber daya manusia ke depan,” tegas Sebrina.
Ke depan, rencananya BGN punya dua fasa. Tahun 2025 nanti, fokusnya adalah menambah jumlah dapur SPPG. Baru setelah itu, di 2026, upaya akan dialihkan untuk meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan. Sebuah langkah berjenih, setelah ditemukan titik lemah dalam sistem yang ada.
Artikel Terkait
AS Izinkan Tanker Minyak Rusia Berlabuh di Kuba, Atasi Krisis Energi Havana
Pengamat: Kendaraan Listrik Bisa Hemat Devisa hingga Rp40 Triliun Per Tahun
Bezzecchi Kukuhkan Puncak Klasemen dengan Kemenangan di MotoGP Amerika
Presiden Prabowo Tandatangani Buku Diaspora Indonesia di Tokyo