Elkan Baggott mungkin belum jadi nama yang selalu muncul di starting eleven Ipswich Town. Tapi, jangan salah. Bek muda Timnas Indonesia itu justru merasa perkembangan kariernya di Inggris sedang berada di jalur yang tepat. Di usianya yang ke-22, Baggott mengaku jadi pemain yang jauh lebih komplet.
Kunci perkembangannya? Bukan cuma soal fisik. "Sekarang saya lebih vokal di lapangan," ujarnya.
Itu kemampuan yang ia asah bertahun-tahun di Inggris, dan bagi seorang bek tengah, itu bekal yang sangat krusial. Soalnya, tugasnya nggak cuma menangkis serangan, tapi juga mengorganisir seluruh lini pertahanan.
Main Sedikit, Belajar Banyak
Statistik musim ini memang terlihat sederhana: cuma dua penampilan di FA Cup untuk tim senior. Selebihnya, ia lebih sering turun bersama skuad U-21. Tapi, Baggott nggak melihatnya sebagai kemunduran. Justru sebaliknya.
Bagi dia, situasi itu malah jadi peluang emas. Ia bisa benar-benar menyelami ritme dan taktik sepak bola Inggris yang terkenal cepat dan tanpa ampun itu. Setiap latihan, setiap analisis pertandingan, ia serap betul-betul.
Mentalitas yang Berubah
Dari sisi taktik, pemahamannya jelas meningkat. Namun yang tak kalah penting adalah perubahan mental. Tekanan di Inggris, baik dalam latihan maupun pertandingan, membentuknya jadi pribadi yang lebih tangguh.
"Pengalaman di sini membuat saya lebih matang, baik secara taktik maupun mental," tutur Baggott.
Artikel Terkait
Pria di Medan Tikam Tetangga Hingga Luka Berat, Motifnya Debu dari Sapuan Lantai
Pelatih Baru Timnas Indonesia Janjikan Lolos ke Piala Dunia dalam Empat Tahun
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pimpin Inisiatif Perdamaian di Islamabad di Tengah Eskalasi Konflik
Arus Balik Lebaran di Jalan Layang MBZ Mulai Melandai pada H+7