Lima provinsi dengan penerima terbanyak masih didominasi Jawa. Jawa Barat memimpin dengan 6,09 juta penerima, disusul Jawa Timur (5,63 juta), dan Jawa Tengah (5,07 juta). Sumatera Utara dan Banten menyusul di posisi berikutnya.
Yang menarik, perhatian juga diberikan secara khusus ke wilayah timur Indonesia. Ada penambahan penerima yang cukup berarti di sejumlah provinsi Papua dan Maluku. Ambil contoh Maluku, yang mendapat tambahan 142.978 penerima sehingga totalnya menjadi 266.500 keluarga. Di Papua Pegunungan, jumlahnya bertambah 112.805 penerita. Langkah ini bisa dilihat sebagai upaya pemerataan yang lebih baik.
Program ini sendiri merupakan implementasi dari keputusan rapat Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan telah mendapat persetujuan presiden. Menurut Kepala Bapanas yang juga merangkap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bantuan pangan adalah langkah strategis. Terlebih, produksi beras dan minyak goreng dalam negeri dinilai sangat memadai.
Sebelumnya, program serupa yang berakhir pada 31 Januari 2026 telah berhasil menjangkau 18,1 juta penerima. Saat itu, ratusan ribu ton beras dan minyak goreng telah didistribusikan. Kini, dengan cakupan yang hampir dua kali lipat, tantangan logistik Bulog tentu jauh lebih besar. April menjadi bulan penentu apakah semua bantuan itu bisa tersalurkan tepat waktu, atau justru membutuhkan perpanjangan lagi.
Artikel Terkait
Pelatih Bulgaria Waspadai Tren Naik Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series
Pemerintah Koordinasi dengan Iran untuk Keamanan Kapal Indonesia di Selat Hormuz
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Negara ke Jepang, Temui Kaisar dan PM
Anggaran Diskon Tiket Pelni Terserap 92,5%, Penumpang Capai 431.705 Orang