Di sisi lain, apa yang mendorong keputusan cepat ini? Ternyata, Prabowo mendengar langsung keluhan warga saat blusukan. Banyak dari mereka sudah puluhan tahun hidup di tepi rel, dengan fasilitas yang sangat terbatas. Atap bocor, sanitasi seadanya itu keseharian mereka.
“Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan hunian serta atap terbatas,” jelas Teddy.
“Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin.”
Namun begitu, pendekatannya bukan sekadar memindahkan orang. Ada nuansa lain yang coba dihadirkan. Pemerintah rupanya tak ingin memutus mata pencaharian atau ikatan sosial warga dengan lingkungan lama. Itu sebabnya, lokasi hunian baru nanti akan tetap berdekatan dengan kawasan tempat mereka tinggal sekarang.
Intinya, kebijakan ini lebih dari soal batu dan semen. Ini soal pendekatan kemanusiaan. Selain menyediakan rumah yang aman dan sehat, pemerintah berharap langkah ini bisa meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh. Memberi mereka bukan sekadar atap, tapi juga masa depan yang lebih baik.
Artikel Terkait
DPRD Bandung Soroti Kesenjangan Gaji dan Evaluasi Kinerja ASN
BMKG Catat 201 Titik Panas di Riau, Tertinggi di Sumatera
Gibran Dorong Hilirisasi Peternakan Sapi di Boyolali dan Waspadai PMK
Menkeu Setuju Penghematan Anggaran Makan Bergizi Gratis dengan Syarat Kualitas Tak Turun