Negara-negara Asia Antre Minyak Rusia di Tengah Ketegangan Timur Tengah

- Jumat, 27 Maret 2026 | 01:35 WIB
Negara-negara Asia Antre Minyak Rusia di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Tapi jangan salah, kemampuan Rusia untuk mengekspor lebih banyak juga terbatas. Serangan drone Ukraina disebut-sebut telah memangkas setidaknya 40 persen kapasitas ekspor minyak mereka. Jadi, di satu sisi permintaan melonjak, di sisi lain kemampuan produksi dan pengiriman terkendala.

Filipina, misalnya, baru saja membeli dua kargo minyak ESPO Blend dari wilayah Timur Jauh Rusia. Totalnya sekitar 1,5 juta barel. Ini jadi pembelian pertama mereka dalam lima tahun terakhir. Dua kapal tanker, Sara Sky dan Tiger Wings, sudah mengirimkan minyak itu ke Pelabuhan Limay, yang melayani kilang Bataan.

Sementara Thailand, lewat Wakil Perdana Menteri Phiphat Ratchakitprakarn, mengaku sedang melakukan pembicaraan dengan Rusia soal potensi pembelian minyak mentah. Di Sri Lanka, beberapa media lokal juga ramai memberitakan negosiasi pasokan minyak dari Rusia.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh baru-baru ini berkunjung ke Moskow. Dalam pertemuannya, dia meminta perusahaan minyak Rusia, Zarubezhneft, untuk meningkatkan investasi dan memasok minyak mentah ke Vietnam dalam jangka panjang. Langkah ini jelas mempertegas betapa banyak negara Asia kini memutar otak mencari sumber energi yang aman dan mungkin lebih terjangkau.

Jadi, peta energi global sedang berubah. Dan Rusia, meski dibebani sanksi dan serangan, rupanya masih menemukan banyak pelanggan yang antre di pintunya.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar