Klaim Dua Malam Menteri Purbaya Saat Rupiah Kepayahan

- Rabu, 21 Januari 2026 | 13:50 WIB
Klaim Dua Malam Menteri Purbaya Saat Rupiah Kepayahan

Dolar nyaris tembus Rp17 ribu. Di tengah situasi yang bikin deg-degan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru melontarkan pernyataan yang bikin banyak orang mengernyit. Ia dengan percaya diri mengklaim bisa menguatkan rupiah dalam waktu sangat singkat. Cuma butuh dua malam, katanya.

Ya, cuma dua malam. Klaim itu tentu saja langsung menyulut kehebohan. Publik bertanya-tanya, bagaimana mungkin? Apalagi kondisi pasar saat itu sedang tidak karuan dihantui tekanan global dan isu-isu panas seputar bank sentral. Lalu tiba-tiba seorang pejabat tinggi muncul dengan solusi instan.

Menurut Purbaya, dia tahu persis akar masalahnya. Hanya saja, posisinya bukan di bank sentral.

“Saya tahu betul alasannya kenapa (rupiah melemah) dan memperbaikinya dua hari, semalam dua malam selesai itu. Tapi saya bukan bank sentral,”

Pernyataannya itu dilontarkan di sela-sela pelemahan rupiah yang cukup dalam. Catatan Reuters bahkan menyebut rupiah sempat menyentuh level terendah, didorong kekhawatiran pasar terhadap kebijakan fiskal dan dinamika di BI.

Namun begitu, Purbaya punya pandangan lain. Dia melihat fondasi ekonomi Indonesia sebenarnya lagi bagus-bagusnya, bahkan bertolak belakang dengan pelemahan nilai tukar yang terjadi. Intinya, secara fundamental, menurut dia, tidak ada alasan kuat untuk rupiah melemah sedemikian dalam.

“Yang penting adalah fondasi ekonomi kita arahnya berlawanan dengan nilai tukar pada saat ini. Jadi fondasi ekonomi membaik terus, sementara nilai tukar agak melemah,"

Jadi, di satu sisi ada data dan kegelisahan pasar. Di sisi lain, ada keyakinan menteri yang terdengar begitu mudah. Klaim "dua malam beres" itu masih terus bergema, meninggalkan tanda tanya besar: sebenarnya, sesimpel itukah?

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar