MURIANETWORK.COM - Ghislaine Maxwell, terpidana kasus perdagangan seks anak yang terkait dengan Jeffrey Epstein, menolak memberikan kesaksian dalam pemanggilan Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat, Senin (9/2) waktu setempat. Dalam sesi dengar pendapat via video dari penjara, Maxwell secara konsisten mengajukan hak konstitusionalnya untuk tidak menjawab pertanyaan. Pemanggilan ini terkait dengan penyelidikan komite yang dikuasai Partai Republik terhadap jaringan Epstein dan penanganan kasusnya.
Penyelidikan Komite dan Penolakan Bersaksi
Komite Pengawasan DPR AS tengah mendalami hubungan Jeffrey Epstein dengan sejumlah tokoh berpengaruh serta bagaimana informasi mengenai kejahatannya ditangani oleh berbagai pihak. Pemanggilan Maxwell dilakukan menyusul rilis sejumlah dokumen baru terkait Epstein pada akhir Januari lalu. Namun, upaya komite untuk mendapatkan penjelasan langsung dari sosok kunci ini mentah.
Maxwell, yang saat ini menjalani hukuman 20 tahun penjara, memilih untuk berdiam diri. Ia mengandalkan perlindungan dari Amandemen Kelima Konstitusi AS, yang menjamin hak warga negara untuk tidak memberikan pernyataan yang dapat memberatkan dirinya sendiri. Dalam kesempatan itu, ia menolak menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan anggota komite.
Tawaran Pengacara: Kesaksian dengan Syarat
Di luar ruang sidang, pengacara Maxwell, David Markus, mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan kondisi tertentu bagi kliennya untuk bersedia berbicara. Pernyataan itu membuka kemungkinan dialog, namun dengan syarat yang politis.
"Nona Maxwell siap untuk berbicara sepenuhnya dan sejujurnya jika diberikan pengampunan oleh Presiden (Donald) Trump," tutur Markus.
Ia menegaskan bahwa hanya kliennyalah yang memiliki penjelasan lengkap mengenai operasi Epstein. "Hanya dia yang dapat memberikan penjelasan lengkap (mengenai tindakan Epstein)," lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Markus juga menyentuh nama-nama besar yang kerap disebut dalam spekulasi publik. "Beberapa orang mungkin tidak menyukai apa yang mereka dengar, tetapi kebenaran itu penting. Misalnya, baik Presiden Trump maupun Presiden (Bill) Clinton tidak bersalah atas pelanggaran apa pun. Hanya Nona Maxwell yang dapat menjelaskan mengapa, dan publik berhak atas penjelasan itu," jelasnya.
Pernyataan pengacara tersebut, sambil menawarkan 'kebenaran', justru mengundang pertanyaan lebih lanjut sekaligus menempatkan bola di pengadilan politik. Penolakan Maxwell untuk bersaksi hari ini memperpanjang misteri dan meninggalkan penyelidikan parlemen dengan teka-teki yang belum terpecahkan.
Artikel Terkait
DPR Setujui Hibah Jepang Rp200 Miliar untuk Kapal Patroli RI
TNI Siapkan Personel Berpengalaman untuk Misi Perdamaian di Gaza
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Sebabkan Sungai Jaletreng Tercemar, Ikan Mati
Indeks Korupsi Indonesia Anjlok, Peringkat Turun ke Posisi 109 Dunia