Trump Bentuk Dewan Perdamaian Gaza, Libatkan Kushner hingga Tony Blair

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:10 WIB
Trump Bentuk Dewan Perdamaian Gaza, Libatkan Kushner hingga Tony Blair

Gedung Putih akhirnya merilis nama-nama yang akan duduk di Dewan Perdamaian Gaza. Pengumuman ini keluar sehari setelah Presiden Donald Trump sendiri, lewat akun Truth Social-nya, menyatakan telah membentuk dewan baru itu sebagai bagian dari rencana mengakhiri perang. Yang menarik, daftar tujuh anggota eksekutifnya diwarnai nama-nama besar. Ada Jared Kushner, menantu Trump sendiri, dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

“Dewan terhebat dan paling bergengsi yang pernah dibentuk kapan pun, di mana pun,” begitu puji Trump tentang lembaga barunya itu.

Selain Kushner dan Blair, masih ada beberapa tokoh lain yang tak kalah berpengaruh. Mereka adalah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, miliarder CEO Apollo Global Management Marc Rowan, kepala World Bank Group Ajay Banga, serta penasihat politik Robert Gabriel yang juga wakil penasihat keamanan Gedung Putih. Menurut keterangan resmi, ketujuh orang inilah yang akan membentuk Dewan Eksekutif Pendiri.

Tugas mereka? Cukup berat. Gedung Putih menjelaskan bahwa dewan ini akan mengawasi portofolio krusial untuk masa depan Gaza. Mulai dari soal tata kelola pemerintahan, hubungan dengan negara-negara tetangga, sampai yang paling teknis seperti rekonstruksi, pendanaan, dan menarik investasi skala besar. Intinya, mereka ditugaskan memastikan stabilisasi dan keberhasilan jangka panjang di wilayah tersebut.

Namun begitu, lingkup kerja mereka tak berhenti di situ. Dewan Perdamaian Gaza juga punya peran mengawasi kinerja sebuah badan lain, yaitu Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). Komite yang terdiri dari 15 teknokrat ini nantinya akan bertugas mengelola Gaza sehari-hari setelah perang benar-benar usai. Pimpinannya adalah Dr. Ali Sha'ath, mantan wakil menteri di Otoritas Palestina dan seorang warga asli Gaza.

Di sisi lain, untuk mendukung kerja-kerja teknis tata kelola dan layanan, dibentuk pula Dewan Eksekutif pendukung. Anggotanya lebih beragam lagi, membaurkan sejumlah diplomat dan pengusaha dari berbagai negara. Selain Witkoff, Kushner, dan Blair yang merangkap, ada juga Menlu Turki Hakan Fidan, Menteri Negara UAE Reem Al-Hashimy, diplomat senior Qatar Ali Al-Thawadi, serta kepala intelijen Mesir Hassan Rashad.

Tak ketinggalan, nama diplomat Bulgaria Nickolay Mladenov juga muncul. Ia bahkan mendapat peran khusus sebagai Perwakilan Tinggi untuk Gaza, yang menjadi penghubung vital antara Dewan Perdamaian Gaza dengan NCAG yang beroperasi di lapangan. Dua nama lain yang melengkapi daftar adalah pengusaha Siprus-Israel Yakir Gabay dan politisi Belanda Sigrid Kaag.

Pengumuman lengkap susunan dewan ini, seperti dilaporkan sejumlah kantor berita, baru disiarkan pada Sabtu (17/1/2026). Semuanya kini menunggu langkah konkret pertama dari dewan yang disebut-sebut "paling bergengsi" ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar