Menurut Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, fenomena ini memang mencerminkan puncak arus balik.
Dari data itu terlihat, arus masuk masih jauh lebih tinggi. Rupanya, gelombang pemudik yang kembali ke Jakarta masih didominasi mereka yang berasal dari kota-kota di Jawa. Sebut saja Yogyakarta, Surabaya, Semarang, sampai Purwokerto.
Kalau dirunut, tren ini sudah berlangsung beberapa hari. Sejak periode arus balik dimulai pada 23 Maret, jumlah kedatangan di Daop 1 Jakarta selalu menembus angka 50 ribu per hari. Tercatat 51.532 penumpang pada tanggal 23, lalu naik jadi 53.288 di tanggal 24, dan sedikit meningkat lagi menjadi 53.406 penumpang di tanggal 25 Maret. Trennya konsisten: Jakarta kembali disesaki oleh mereka yang habis merayakan Lebaran di kampung halaman.
Artikel Terkait
1.528 SPPG Disuspensi, Tren Penutupan Turun Usai Peningkatan Kepatuhan SLHS
Prabowo dan Menteri Bahas Percepatan Program Sampah Jadi Energi
Analis Prediksi Harga Pertalite Berpotensi Naik 10-15 Persen
KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 200 Ribu Kursi untuk Periode Arus Balik Lebaran