“Sebagai orang tua, tugas kita adalah menjadi versi terbaik diri,” paparnya panjang lebar. Menurut Marshanda, dari situlah anak akan belajar. Ia ingin Sienna mengambil keputusan hidup karena iman dan keyakinannya sendiri, bukan sekadar mencontoh atau ikut-ikutan.
Nah, sikap ini mungkin tak lepas dari pengalaman pribadinya. Marshanda sendiri pernah melalui fase serupa; dulu berhijab lalu memutuskan untuk melepasnya. Jadi, ia paham betul bahwa pencarian jati diri, terutama dalam hal keyakinan dan ekspresi, adalah sebuah perjalanan panjang.
“Aku menghormati proses Sienna sekarang,” katanya mantap, “persis sama sebagaimana aku menghormati proses Sienna sebelumnya.”
Intinya, di tengah hiruk-pikuk komentar orang, Marshanda memilih jalan yang berbeda. Ia memberikan ruang dan kepercayaan penuh pada putrinya untuk tumbuh dan menemukan jalannya sendiri. Sebuah pelajaran tentang keikhlasan dan penghormatan yang, mau tak mau, membuat banyak orang berpikir ulang tentang arti mendidik dan membimbing seorang anak.
Artikel Terkait
Bapanas Perkuat Cadangan Pangan Antisipasi Godzilla El Nino 2026
Pemerintah Pertimbangkan Relaksasi Produksi Batu Bara dan Nikel Secara Terukur
Jasad Pria yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Terkubur di Lahan Kosong Cikeas
Arus Balik Lebaran 2026: Kedatangan Penumpang di Stasiun Jakarta Capai 52.471 Orang