"Jadi alternatifnya ada tiga," papar Tito, merinci poin-poinnya. "Pertama, bagi yang rumahnya rusak ringan dan sedang, langsung dapat dana perbaikan."
Namun begitu, bantuan tak berhenti di situ. Pemerintah juga menyiapkan dukungan lain untuk kehidupan sehari-hari. Ada bantuan perabotan senilai Rp3 juta, stimulus ekonomi Rp5 juta dari Kemensos, plus jaminan hidup untuk makan.
"Ada namanya Jadup, uang lauk pauk Rp15 ribu per orang per hari. Diberikan selama tiga bulan," jelasnya.
Dengan skema komprehensif ini, harapannya warga terdorong memperbaiki rumah sendiri dan kembali ke rutinitas. Hitungannya, untuk kerusakan sedang misalnya, bisa terkumpul sekitar Rp38 juta dari gabungan berbagai bantuan, belum termasuk uang makan. Cukup untuk memulai lagi dari nol.
Intinya, fase darurat di tenda pengungsian sudah ditutup. Sekarang fokusnya pada pemulihan dan membangun kembali kehidupan yang sempat terendam banjir.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Beckham Putra Siap Perjuangkan Tempat
Marshanda Dukung Proses Pencarian Jati Diri Putrinya Lepas Hijab
Justin Hubner Tiba, Pelupessy dan Tjoe A-On Masih dalam Perjalanan Jelang Laga Timnas
Kemnaker Perintahkan Pengawasan Ketat untuk Tuntaskan Aduan THR