MURIANETWORK.COM - Leony Lidya, penggugat keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo, dihadirkan sebagai saksi ahli oleh tim kuasa hukum Roy Suryo di Polda Metro Jaya, Rabu (11/2026). Dalam pemeriksaan tersebut, ahli di bidang teknologi informasi ini dijadwalkan memberikan penjelasan teknis terkait analisis dokumen yang menjadi sorotan.
Ahli Siap Paparkan Analisis Teknis
Leony Lidya menegaskan posisinya sebagai ahli yang akan membeberkan analisis berdasarkan latar belakang keilmuannya. Ia menyatakan kompetensinya mencakup rekayasa perangkat lunak, sistem informasi, dan manajemen pengetahuan semua bidang yang menurutnya relevan untuk mengurai kontroversi dokumen ijazah yang pernah digunakan dalam proses administrasi pemilu.
"Saya hadir menjadi ahli, di bidang keahlian saya software engineering, information system, dan knowledge management. Semua bidang ini beserta pengalaman praktis saya itu terkait dan bisa diterapkan untuk memahami fenomena kontroversi dari ijazah Joko Widodo, yang pernah digunakan sebagai persyaratan untuk mendaftar di KPU," ujarnya.
Kekhawatiran atas Kriminalisasi Penelitian
Dalam pandangannya, ada keheranan mengapa aktivitas penelitian justru berujung pada proses hukum. Leony membandingkan kerja Roy Suryo dengan peneliti lain, Rismon, yang juga mendalami keanehan pada lembar pengesahan dan lintasan ijazah. Sebagai alumni era 80-an yang memahami konteks teknologi saat itu, ia melihat penelitian semacam itu wajar dilakukan.
"Skripsi yang diteliti itu lembar pengesahan dan pada ijazah itu lintasan. Saya kebetulan lulusan angkatan 80 juga, pada masa era yang sama dengan era Pak Jokowi lulus. Dimana pada masa itu yang digunakan komputer dengan perangkat pengolah prosesor, katanya itu adalah Wordstat dan sisinya masih berbasis DOS," tuturnya.
Ia menilai kecurigaan Rismon terhadap detail teknis seperti spasi antar huruf yang tidak lahir dari mesin ketik konvensional adalah hal yang masuk akal. Pendekatan metodologis dengan alat identifikasi font dinilainya telah dilakukan dengan cara yang tepat.
"Dengan pendekatan dan teknik-teknik dan tools yang digunakan, Rismon bisa mengidentifikasi jenis font tersebut Times New Roman. Disini Bang Rismon sudah menggunakan pendekatan, tahapan proses identifikasi dengan benar, begitu juga dengan lintasan," jelasnya.
Artikel Terkait
Film Dokumenter Ungkap Perjuangan Pelestarian Sandiwara Sunda di Jakarta
Kebijakan Satu Arah Cipali Picu Macet 3 Km di Pantura Cirebon
Praktisi Pendidikan Dukung PP Tunas sebagai Intervensi Etis Lindungi Anak dari Dunia Digital
Dua Remaja Tewas Tenggelam di Air Terjun Watu Bobot Jepara Saat Lebaran