Menyusul arahan pemerintah untuk berhemat, Kementerian Sosial bakal memangkas anggaran yang dianggap kurang penting. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, mengungkapkan hal ini usai rapat internal di kantornya, Rabu (25/3/2026).
"Kami akan menindaklanjuti arahan Presiden," tegas Gus Ipul.
"Makanya tadi kami rapat. Kita akan menyisir mana anggaran-anggaran yang katakanlah tidak prioritas, bersifat seremoni atau belanja-belanja yang bisa ditunda," lanjutnya.
Jadi, apa yang bakal jadi korban? Rupanya, fokus utama justru akan tetap pada program yang langsung menyentuh rakyat. Bansos reguler, penanganan bencana, hingga respons cepat untuk keluarga-keluarga yang sangat membutuhkan itu semua dijamin tetap berjalan. Di sisi lain, hal-hal yang dinilai kurang mendesak akan dipangkas atau dialihkan.
Gus Ipul menyebut, efisiensi akan dilakukan di mana-mana. Mulai dari hal-hal kecil seperti pemakaian AC dan listrik, belanja alat tulis, sampai penyelenggaraan rapat. Semuanya akan dikaji ulang.
Artikel Terkait
Target Juni 2026, Pembangunan Tahap II Sekolah Rakyat Masih Tersisa 105 Sekolah
Kepala BAIS TNI Letjen Yudi Abrimantyo Lengser, Terkait Kasus Penyiraman Aktivis
Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Hemat Anggaran, Prioritas untuk Kepentingan Publik
Jasa Marga Beri Diskon 30% Tarif Tol di Sembilan Ruas untuk Arus Balik Lebaran