Dari Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (25/3) lalu, datang kabar terbaru soal progres pembangunan Sekolah Rakyat. M Qodari, sang Kepala Kantor Staf Kepresidenan, yang memberikan penjelasannya langsung ke media.
Intinya, pemerintah punya target jelas: menyelesaikan Sekolah Rakyat Tahap II tepat sebelum tahun ajaran baru 2026. Jadi, semua harus kelar di bulan Juni nanti.
Qodari memaparkan, program revitalisasi sekolah yang digulirkan tahun 2025 telah menjangkau 16.167 sekolah. Perkembangannya cukup menggembirakan.
"Hingga pertengahan Maret ini, sebanyak 16.062 sekolah sudah menyelesaikan pembangunannya," ujarnya dalam konferensi pers update PHTC.
Namun begitu, masih ada pekerjaan rumah. Tepatnya, 105 satuan pendidikan lain masih dalam proses penyelesaian fisik.
Lalu, bagaimana dengan sebaran lokasi untuk Tahap II ini? Cakupannya luas, mencakup 104 titik yang tersebar dari ujung barat sampai timur Indonesia.
Pulau Jawa mendominasi dengan 40 lokasi. Disusul Sumatera (26), Sulawesi (16), dan Kalimantan (12). Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara ada 3 lokasi, Maluku 4 lokasi, serta Papua 3 lokasi.
Nah, soal waktu, tekanannya mulai terasa. Kata Qodari, program ini tinggal punya sisa waktu sekitar 90 hari kalender.
"Atau kira-kira 12 minggu, dihitung dari 23 Maret lalu," jelasnya.
Target akhirnya dipatok pada 20 Juni 2026. Itu artinya, tim di lapangan punya kurang dari tiga bulan untuk memastikan semua pembangunan rampung sempurna. Sebuah pekerjaan yang tentu tidak mudah, mengingat sebaran lokasinya yang sangat luas.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
China dan AS Sepakati Pembelian Pesawat serta Jaminan Pasokan Mesin dan Komponen Penerbangan
CFD di Jalan HR Rasuna Said untuk Sementara Dihentikan, Pemprov DKI Lakukan Evaluasi
MK Tetapkan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Dorong Transisi IKN Lebih Realistis dan Bertahap
Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas di 39 Titik Sekitar GBK untuk Ajang Lari, Minggu 17 Mei 2026