Lalu, bagaimana dengan pergerakan penumpangnya? Data dari 11 hingga 24 Maret cukup menggambarkan gelombang ini. KAI telah melayani lebih dari 3,1 juta pelanggan di Jawa dan Sumatera. Mayoritas, sekitar 2,6 juta, adalah penumpang jarak jauh.
Yang menarik, lonjakan signifikan terjadi dalam tiga hari terakhir. Okupansi bahkan menyentuh angka di atas 150 persen. Tercatat 242 ribu pelanggan pada 22 Maret, naik jadi 247 ribu keesokan harinya, dan mencapai puncak 250 ribu penumpang pada 24 Maret.
Berikut rincian harian pelanggan KA Jarak Jauh per 11-24 Maret:
- 11 Maret: 101.617 (63,7%)
- 12 Maret: 126.208 (79,2%)
- 13 Maret: 165.675 (101,4%)
- 14 Maret: 185.873 (113,7%)
- 15 Maret: 180.836 (110,6%)
- 16 Maret: 173.753 (106,3%)
- 17 Maret: 191.413 (117,1%)
- 18 Maret: 205.842 (125,9%)
- 19 Maret: 196.324 (120,1%)
- 20 Maret: 167.659 (104,6%)
- 21 Maret: 193.583 (120,2%)
- 22 Maret: 242.773 (150,7%)
- 23 Maret: 247.025 (154,1%)
- 24 Maret: 250.616 (153,3%)
Dan tren tinggi ini belum berhenti. Memasuki 25 Maret, hingga pagi tadi sudah ada 205.975 pelanggan KA Jarak Jauh yang dijadwalkan berangkat. Okupansi sementara? Masih solid di angka 126 persen, dan kemungkinan akan terus bertambah seiring berjalannya hari.
Semua data itu menunjukkan satu hal: mobilitas masyarakat benar-benar meledak pasca-Lebaran. Kereta api tetap jadi primadona.
Artikel Terkait
Libur Lebaran 2026, 500 Ribu Lebih Wisatawan Serbu Monas, Ragunan, dan Ancol
Friderica Widyasari Dewi Resmi Dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2032
Pemerintah Rampungkan Skema WFH untuk ASN, Tunggu Pengumuman Resmi
Gus Yaqut Diperiksa KPK sebagai Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji