Rabu (25/3) lalu, suasana di Pos Terpadu Exit Tol Prambanan, Klaten, terlihat cukup sibuk. Di situlah, dalam sebuah video conference yang dihadiri sederet pejabat tinggi mulai dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menko PMK Pratikno, hingga Dirut Jasa Marga Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan laporannya. Intinya jelas: arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026 ini memecahkan rekor.
Angkanya benar-benar melampaui tahun sebelumnya. Menurut Agus, yang juga bertindak sebagai Kaopspus Ketupat 2026, puncak arus mudik mencatat 270.315 kendaraan. Cukup signifikan jika dibandingkan dengan angka 258 ribu kendaraan di tahun 2025. Lalu lintas terpusat menuju kawasan Trans Jawa, Jawa Barat, dan Sumatera, dengan proyeksi pergerakan total sekitar 3,5 juta kendaraan.
“Ini menunjukkan bahwa arus mudik dan arus balik tahun ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah,” tegasnya.
Nah, soal arus balik, lonjakannya juga tak kalah. Hanya sehari sebelumnya, pada 24 Maret, pergerakan kendaraan berkisar antara 256 ribu hingga 388 ribu. Angka itu naik sekitar 14,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang ‘hanya’ 223.163 kendaraan.
Di sisi lain, meski volumenya tinggi, situasi keamanan dan keselamatan disebut tetap terkendali. Agus menyebut tak ada kejadian menonjol terkait kriminalitas atau kecelakaan lalu lintas yang menghebohkan. Bahkan, data dari sistem IRSMS Korlantas Polri menunjukkan tren positif: fatalitas korban meninggal turun drastis, sampai 28,30 persen. Sementara jumlah kejadian kecelakaan juga berkurang sekitar 2,30 persen.
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Rp700 Miliar Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Bencana di Sumatera
Sistem Satu Arah di Jalan Raya Puncak Dicabut, Lalu Lintas Kembali Normal
Pemerintah Batalkan Wacana Belajar dari Rumah, Siswa Tetap Sekolah
TVRI Siap Siarkan Laga Persahabatan Internasional Sambut Piala Dunia 2026