Di tengah ruang konferensi Indonesia Fiscal Forum 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pesan yang gamblang. Ia mengajak para investor untuk tak goyah, untuk tetap percaya diri menanamkan modal di Indonesia. Menurutnya, prospek ekonomi nasional kita masih sangat kuat, kok.
Lalu, apa dasarnya? Purbaya menunjuk pada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai salah satu indikator penting. Pergerakan saham, dalam pandangannya, adalah cerminan nyata dari arah perekonomian.
"Kalau Anda investor suka bermain di pasar saham, jangan takut walaupun kemarin turun pasti naik lagi," ujarnya dengan nada meyakinkan.
"Karena pada dasarnya IHSG adalah arah ekonomi kita."
Ia lalu bercerita pengalaman pribadi. Dulu, saat menyebut proyeksi IHSG bisa mencapai level 9.000, banyak yang meragukan bahkan menertawakannya. Nyatanya? Level itu sudah pernah ditembus. Hal serupa ia alami ketika menyebut IHSG berpotensi naik empat kali lipat dalam satu siklus 10 tahun.
"Kalau sekarang di 8.000-an ya 32.000 itu. Lebih diketawain juga," katanya, disambut riuh audiens.
"Tapi Anda boleh ngetawain, tapi jangan lupa investasi. Nanti nyesel."
Optimisme itu bukan tanpa dasar. Purbaya melihat fundamental ekonomi Indonesia terus membaik, memberikan landasan kokoh bagi pasar modal. Dari sisi makro, ia memprediksi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 bakal menembus 5,5 persen. Percepatan belanja pemerintah dan momentum Lebaran di Maret disebutnya sebagai pendorong utama.
Ambisi Purbaya bahkan lebih tinggi. "Saya ingin mendorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara," tegasnya.
"Kalau itu terjadi, kita sudah breakout dari kutukan 5 persen."
Di sisi lain, ruang untuk mendorong pertumbuhan itu masih terbuka lebar. Inflasi, musuh utama setiap bank sentral, masih terkendali dengan baik. Data Desember 2025 menunjukkan inflasi umum di 2,92 persen, sementara inflasi inti bahkan lebih rendah, sekitar 2,3 persen.
"Artinya demand masih relatif rendah," paparnya, menganalisis situasi.
"Saya punya ruang untuk mendorong ekonomi lebih cepat lagi tanpa khawatir kenaikan bunga yang signifikan."
Pesan akhirnya jelas: fundamental baik, inflasi terjaga, pertumbuhan dijaga di atas 5 persen. Semua sinyal itu, bagi Menkeu, adalah alasan kuat bagi investor untuk tak ragu-ragu masuk ke pasar domestik.
Artikel Terkait
Penerima PKH dan Bantuan Sembako Akan Dilebur ke Koperasi Desa Merah Putih
Emas Anjlok ke Terendah Sebulan, Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan Iran-Timur Tengah Kembali Meningkat
UEA Resmi Keluar dari OPEC, Fokus pada Kepentingan Nasional
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS