Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mulai menemui titik terang. Puspom TNI baru-baru ini mengungkap empat prajurit BAIS TNI sebagai terduga pelaku. Mereka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.
Menanggapi perkembangan ini, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) bersuara keras. Mereka mendesak bukan hanya pelaku, tetapi juga dalang intelektual di balik aksi teror itu segera ditangkap.
Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI, Nining Elitos, tak menyembunyikan kegeramannya. Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di kanal YouTube YLBHI, Rabu lalu, ia menyampaikan kecaman sekaligus desakan.
"Kami mengutuk dan sekaligus mendesak aparat segera tangkap. Siapa intelektual sebagai dalang yang membuat hari ini Andrie harus terkapar di rumah sakit?" tegas Nining.
Menurutnya, bukti-bukti yang sudah ada seharusnya mempermudah pengungkapan. Ia menyayangkan situasi di mana pengkritik yang bekerja untuk kemajuan bangsa justru berakhir sebagai korban teror.
"Tapi kok suara rakyat yang mengkritik kekuasaan, baik itu regulasi UU TNI dan yang lain, harus menderita di rumah sakit. Ini bentuk kepengecutan," ucapnya dengan nada tinggi.
"Kalau kami yang keliru mengkritik, ya duduk dong kami bersama. Jangan hanya bilang ini teror. Sudah berapa hari dari sejak kejadian sampai hari ini, kita belum tahu siapa yang ditangkap, siapa dalangnya," imbuh Nining, menekankan rasa pilunya.
Di sisi lain, dari tubuh TNI sendiri, Kapuspen Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan proses hukum sedang berjalan. Pernyataannya disampaikan pada Senin (23/3).
"Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap empat personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Saudara AY sedang berjalan," kata Aulia.
Namun begitu, pernyataan itu tampaknya belum cukup meredam tuntutan. Nining kembali menegaskan solidaritas dan doa untuk kesembuhan Andrie Yunus.
"Kita sekali lagi mendoakan agar kawan Andrie semoga lekas sembuh dan tetap berjuang. Solidaritas harus kita bangun. Kita mendesak agar kekuasaan segera tangkap dan adili tidak hanya pelakunya, tapi dalang intelektualnya," pungkasnya.
Desakan untuk mengusut tuntas kasus ini juga datang dari tingkat tertinggi. Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan disebut telah meminta penyelidikan dilakukan hingga tuntas.
Artikel Terkait
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Pesisir Venezuela, Warga Panik dan Evakuasi Besar-besaran
Bosnia-Herzegovina Kalahkan Qatar 3-1, Jaga Asa Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kecelakaan Mobil di Tapanuli Utara Bongkar Pengiriman 112 Kg Ganja dari Madina ke Medan
Lebih dari 5.000 Peserta Program Magang Nasional Langsung Ditawari Kerja