Konten "Tahan Sabar" kali ini kedatangan tamu spesial: Mas Gibran. Suasana langsung cair, meski sempat ada guyonan kecil di awal. "Cok, enggak sopan itu udah datang, malah nonton HP," canda sang host. Rupanya, yang ditonton adalah kontenĀ Mens Rea dari Pandji Pragiwaksono.
"Mas Gibran, gimana kabarnya?" tanya host.
"Baik, baik, baik," jawab Gibran dengan santai. Lalu obrolan pun mengalir ke konten yang sedang viral. "Udah nonton di Netflix ya?" tanya host lagi. Gibran mengiyakan. "Dan kita ucapkan selamat ke Bang Panji," sambungnya. Ternyata, konten stand-up comedy Panji itu menduduki peringkat teratas di Netflix, bahkan mengalahkan judul besar seperti Jujutsu Kaisen dan Stranger Things. "Ikut bangga," ucap Gibran.
Namun begitu, ramai juga pembicaraan soal konten yang dinilai menghina fisik. "Buat lucu-lucuan aja. Enggak apa-apa, santai," tanggap Gibran. Menurutnya, komentar soal penampilannya yang sering disebut "ngantuk" itu hal biasa. "Dari lahir bentuk matanya memang seperti ini. Mau gimana lagi?"
Di sisi lain, host juga menyoroti komentar Gibran di channel YouTube-nya, Gibran TV, yang kerap memberi tips. Salah satunya komentar di video senam mata. "Terima kasih Liputan," sahut Gibran. Lalu muncul candaan tentang pergi ke klinik dokter Tompi untuk "dibikin segar". Gibran hanya tertawa. "Enggak usah lah, disyukuri aja," katanya.
Persoalan lain yang mengemuka adalah soal bullying yang diterima Panji beserta keluarganya. Menurut Gibran, apa yang disampaikan Panji di mainstre seharusnya dipandang sebagai kritik dan masukan. "Enggak usah saling membully, enggak usah saling melaporkan. Jangan membully anak istrinya juga. Mereka salah apa?" tegasnya.
Soal laporan penistaan agama yang ramai, Gibran mengaku tidak tahu menahu. "Yang dari Muhammadiyah NU katanya? Itu sudah diklarifikasi bukan asli," ujarnya. Baginya, acara komedi ya harus dibawa santai. "Orang-orang yang sudah kenal lama sama anak-anak komika, joget-nya dari dulu kan seperti ini."
Lalu, bagaimana tanggapannya soal kritik terhadap pemerintah? "Enggak apa-apa mau kritik pemerintah," kata Gibran. Ditanya soal kelucuan Panji dibanding Roy Suryo, ia menjawab diplomatis. "Beda genre komedi. Roy Suryo lebih ke informatika."
Artikel Terkait
Diah Permatasari Buka Memori Syuting Bareng Aurelie, Ternyata Ada yang Selalu Jaga
Dari Panggung ke Dewan Pertahanan: Perjalanan Tak Terduga Noe Letto
Badai Grooming atau Pelecehan? Rian DMasiv Dituding Pengguna Threads
Ali Fikry Ungkap Kehangatan Keluarga di Balik Layar Esok Tanpa Ibu