Obrolan kemudian beralih ke kunjungan kerja Gibran ke Papua. "Kami dapat tugas untuk percepatan pembangunan di sana," jelasnya. Ia menyebut sejumlah program yang dipastikan berjalan, seperti MPG, sekolah rakyat, kampung nelayan, dan revitalisasi sekolah. "Semua kita pastikan berjalan."
Lalu, bagaimana dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sering disebut "kota hantu"? Gibran membantah. "Kita baru pulang dari IKN. Progresnya baik, sesuai timeline." Malah, pembangunannya justru dipercepat. Ia mencontohkan ramainya pengunjung saat Nataru karena tol sudah dibuka. "Cuma 50 menit dari Balikpapan," ujarnya.
Sambil ngobrol, mereka memesan makanan. "Ini rumah makan, Mas. Enggak dikasih makan. Sombong dia," canda host. Mereka akhirnya memesan ayam kampung bumbu hitam dan bebek caro. "Sudah ada sertifikat halalnya," kata Gibran sambil meminta bukti di depan kamera.
Pembicaraan kembali ke IKN. Gibran menegaskan, pengiriman mahasiswa dan ASN ke IKN sudah berjalan. "Kalau mangkrak, enggak mangkrak sih." Target penyelesaian untuk gedung yudikatif dan legislatif adalah 2028. "Tahun ini juga kita mengirim ribuan ASN. Kantor saya pun sedang finishing."
Makanan pun tiba. Sambal pedas, tahu crispy, dan ayam kampung bumbu hitam disantap bersama. "Makan pakai tangan lah kalau bebek atau ayam," kata Gibran. Obrolan semakin santai. Host bertanya, apakah kreator yang mengkritik pemerintah harus takut? "Aman kok. Asalkan dalam koridor yang sesuai," jawab Gibran. "Tapi kalau ngritik saya sih enggak apa-apa. Santai."
Pertanyaan terakhir: apakah Gibran pernah marah? "Enggak. Santai semua. Kita tanggapi dengan santai," katanya. Ia mengaku sudah jadi objek candaan sejak 2014. "Musiman," tambahnya sambil tertawa.
Di akhir acara, host memberi kartu member seumur hidup untuk warung bebek tersebut. "Serius nih, Mas?" tanya host. "Seumur hidup," jawab Gibran. "Tapi enggak boleh dibawa pulang, Mas," canda yang lain. "Bolehlah, Wapres kan bisa cabut izinnya," sahut yang lain lagi. Suasana riuh pun terjadi.
Acara ditutup dengan janji untuk bertemu lagi di konten "Tahan Sabar" berikutnya. Obrolan santai ini, meski penuh canda, menyisakan kesan bahwa pembicaraan serius pun bisa dilakukan dengan gaya yang rileks dan manusiawi.
Artikel Terkait
Richard Lee Ditahan Polisi Usai Mangkir Pemeriksaan Kasus Perlindungan Konsumen
MNCTV Tayangkan Langsung Malam Puncak Anugerah Cahaya Ramadan Awards 2026
Okezone Rayakan HUT ke-19, Targetkan Jadi Pusat Informasi Kredibel
MD Pictures Adaptasi Buku Laris Filosofi Teras ke Film, Dibintangi Sherina Munaf