"Berita tersebut sepenuhnya keliru," tegas Taylor Van Kirk, juru bicara Vance, lewat sebuah postingan di media sosial X.
Van Kirk menjelaskan, percakapan antara Vance dan Netanyahu dalam beberapa hari terakhir hanya berputar pada satu topik: serangan AS dan Israel ke Iran. Isu tentang pemukim ilegal dan Tepi Barat, katanya, sama sekali tidak dibahas.
Di sisi lain, situasi di tanah Palestina tetap mencemaskan. Sejak konflik Gaza meletup pada Oktober 2023, gempuran kekerasan di Tepi Barat tak kunjung reda. Data menunjukkan korban jiwa warga Palestina di sana telah mencapai lebih dari 1.130 orang, dengan puluhan ribu lainnya menderita luka-luka. Sebuah angka yang berbicara banyak tentang betapa runyamnya keadaan di lapangan.
Artikel Terkait
Kapolri Perintahkan Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jalur Penyeberangan Saat Arus Balik Lebaran
Harga BBM di Jakarta Tetap Stabil Pasca-Lebaran 2026
Herdman Buka Alasan Panggil Elkan Baggott Kembali ke Timnas Indonesia
Openreach Gandeng Google Cloud untuk Percepatan Jaringan Fiber dan Kurangi Emisi Armada