Ini tentu akan menambah signifikan keberadaan militer AS di region tersebut. Yang menarik, penguatan militer ini terjadi di saat yang sama ketika Presiden Donald Trump membicarakan kemungkinan kesepakatan dengan Iran. Perang sendiri sudah berkecamuk sejak akhir Februari lalu.
Lalu, siapa yang berwenang menjelaskan soal ini?
Militer AS tampaknya menyerahkan jawabannya ke Gedung Putih. Tapi dari pihak Gedung Putih justru bilang, semua pengumuman resmi harus datang dari Pentagon.
Jadi, situasinya masih berembun. Semua menunggu kepastian dari Pentagon sendiri.
Artikel Terkait
Kapolri Perintahkan Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jalur Penyeberangan Saat Arus Balik Lebaran
Harga BBM di Jakarta Tetap Stabil Pasca-Lebaran 2026
Herdman Buka Alasan Panggil Elkan Baggott Kembali ke Timnas Indonesia
Openreach Gandeng Google Cloud untuk Percepatan Jaringan Fiber dan Kurangi Emisi Armada