Macron Desak Iran Hentikan Serangan di Teluk, Garda Revolusi Balas dengan Rudal ke Israel dan Pangkalan AS

- Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB
Macron Desak Iran Hentikan Serangan di Teluk, Garda Revolusi Balas dengan Rudal ke Israel dan Pangkalan AS

Emmanuel Macron tak tinggal diam. Presiden Prancis itu baru saja mengangkat telepon untuk berbicara dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Inti pembicaraannya jelas: hentikan serangan-serangan itu. Macron mendesak Teheran untuk mengakhiri aksi militer yang menyasar negara-negara di kawasan Teluk, seraya mendorong negosiasi yang dilakukan dengan itikad baik.

Permintaan itu disampaikan Macron secara terbuka melalui sebuah unggahan di platform X. "Saya kembali berbicara tentang perlunya menghentikan serangan yang tidak dapat diterima ini terhadap negara-negara di kawasan tersebut," tulisnya, seperti dilaporkan Reuters dan Al Arabiya, Rabu (25/3/2026).

Baginya, dua hal mendesak harus segera dilakukan: menjaga infrastruktur energi dan sipil yang rentan, serta memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang vital itu.

"Saya meminta Iran untuk terlibat dengan itikad baik dalam negosiasi," imbuh Macron dalam unggahan yang sama.

Ia berharap pembicaraan bisa membuka jalan bagi de-eskalasi, sekaligus menyediakan kerangka kerja yang menjawab kekhawatiran komunitas internasional. Khususnya soal program nuklir dan balistik Iran, ditambah berbagai aktivitasnya yang dinilai mendestabilisasi kawasan.

Namun begitu, seruan dari Paris sepertinya jauh dari kata didengar. Hanya berselang tak lama, Garda Revolusi Iran justru mengumumkan aksi militer baru. Mereka melancarkan rentetan rudal ke arah Israel, yang mereka sebut sebagai "jantung wilayah pendudukan".

Bukan cuma itu. Menurut siaran televisi pemerintah IRIB, serangan juga ditujukan ke pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di sejumlah negara sekutu. Kuwait, Yordania, dan Bahrain disebut-sebut menjadi target.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi menyebut pangkalan-pangkalan AS itu telah "dihantam oleh sistem rudal berpemandu presisi berbahan bakar cair dan padat, serta rentetan drone serbu".

Serangan terbaru ini, seperti dilaporkan AFP, semakin mengukuhkan pola. Teheran terus menunjukkan gigi, melancarkan serangan pembalasan beruntun terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang dianggap menjadi tempat berpijak kekuatan militer AS. Situasi makin panas, dan kata 'de-eskalasi' yang didengungkan Macron terasa seperti harapan yang masih menggantung.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini