Kotak hitam atau black box dari pesawat ATR 42-500 akhirnya berhasil dievakuasi. Barang vital ini dibawa ke Posko Operasi SAR yang berlokasi di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Rencananya, perangkat perekam data penerbangan itu akan segera diserahkan kepada tim investigasi KNKT.
Menurut sejumlah saksi, penemuan black box itu sendiri terjadi di lereng Gunung Bulusaraung, sekitar pukul sebelas pagi waktu setempat. Butuh waktu beberapa jam bagi tim khusus untuk membawanya turun melalui medan yang terjal. Mereka baru tiba di posko ketika hari mulai senja, menjelang pukul setengah enam sore.
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, yang berada di lokasi posko mengonfirmasi hal tersebut.
"Ketemu di jam 11 kurang lebih dan baru sampai sekarang 17.30 Wita," ujarnya.
Selain kotak hitam, tim juga berhasil mengumpulkan beberapa barang pribadi yang diduga kuat milik penumpang. Barang-barang itu berserakan di sekitar lokasi. Ada paspor, beberapa unit laptop, dan bahkan buku rekening bank.
"Selain itu juga ada laptop, handphone, ada paspor juga," tambah Bangun Nawoko.
Mengenai nasib black box selanjutnya, Bangun Nawoko menjelaskan bahwa prosedurnya sudah jelas. Tim di lapangan hanya bertugas mencari dan menemukan. Setelah itu, tanggung jawab beralih.
"Sesuai dengan kesepakatan kita, kita hanya mencari dan menemukan, nanti kita berikan ke Kabasarnas selanjutnya diserahkan ke KNKT," jelasnya.
Kini, semua harapan tertumpu pada kotak hitam itu. Investigasi mendalam oleh KNKT diharapkan bisa mengungkap kronologi sebenarnya di balik insiden ini.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah Tunda Wacana PPN Jalan Tol
Polda Metro Jaya Gerebek Laboratorium Narkoba Etomidate di Apartemen Tangerang
Iran Sebut Perpanjangan Gencatan Senjata Trump Tak Ada Artinya
22 April dalam Sejarah: Dari Perjanjian Zaragoza hingga Hari Bumi dan KTT Asia-Afrika