PSBM XXVI Fokus Angkat Kopi Sulsel ke Pasar Global

- Rabu, 25 Maret 2026 | 12:00 WIB
PSBM XXVI Fokus Angkat Kopi Sulsel ke Pasar Global

Makassar kembali ramai. Di penghujung Maret 2026, kota ini menjadi tuan rumah Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) yang ke-XXVI. Acara tahunan ini, rupanya, bukan sekadar seremoni. Ia sengaja dirancang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pelaku usaha dalam satu ekosistem bisnis yang saling terhubung.

Dan tahun ini, ada satu fokus yang menonjol: kopi. Ya, komoditas unggulan Sulawesi Selatan ini diangkat sebagai primadona dalam gelaran tersebut.

Menurut Pither Noble, Koordinator Temu Bisnis PSBM XXVI 2026, pemilihan kopi ini punya alasan kuat. Daerah ini punya potensi produksi dan kualitas yang sebenarnya bisa bersaing di kancah internasional. Hanya saja, kata dia, butuh pengelolaan yang lebih optimal.

"Sulawesi Selatan punya potensi kopi yang luar biasa. Karena itu, lewat PSBM kita ingin mengangkat komoditas ini. Biar nggak cuma dikenal di dalam negeri, tapi juga bisa menembus pasar global," jelas Pither pada Rabu (25/3/2026).

Forum ini, lanjutnya, memang sengaja dijadikan wadah untuk membuka peluang kerja sama lintas sektor. Semua pihak dilibatkan dalam satu ruang diskusi dan transaksi, mulai dari petani kopi, pelaku usaha, hingga pembeli dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Tak heran, sejumlah perusahaan besar pun turut hadir untuk menjajaki kemitraan. Kapal Api, misalnya, diundang khusus sebagai bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha lokal dengan industri skala nasional.

Yang menarik, peran generasi muda juga dapat perhatian serius. Para pengusaha kopi dari kalangan anak muda dilibatkan aktif. Kenapa? Mereka dinilai mampu membawa angin segar dan inovasi baru ke dalam industri.

"Anak muda sekarang menjadikan kopi sebagai bagian dari gaya hidup. Ini peluang besar untuk mengembangkan industri kopi ke arah yang lebih modern dan kompetitif," tambah Pither.

Untuk merasakan langsung potensi itu, peserta diajak mencicipi berbagai varian kopi khas Sulsel melalui sesi coffee tasting. Sedikitnya ada lima gerai kopi yang dihadirkan, masing-masing memperkenalkan cita rasa dan karakter unik kopi lokal kepada calon mitra bisnis.

Melalui semua ini, panitia berharap bisa menciptakan hubungan kerja sama yang berkelanjutan. Kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan pembeli diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah komoditas kopi daerah. Tujuannya jelas: memperluas akses pasar hingga ke tingkat global.

"Harapannya, setelah pertemuan ini, para pelaku usaha kopi bisa berkembang dan membuka peluang ekspor ke berbagai negara, seperti Taiwan dan Belanda," lanjutnya.

PSBM XXVI sendiri berlangsung dari 25 hingga 26 Maret 2026 di Makassar, mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”. Kegiatan ini diharapkan bukan sekadar event biasa, melainkan momentum penting untuk memperkuat jaringan saudagar Bugis-Makassar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar