Kementerian Pertahanan dan TNI mulai mengencangkan ikat pinggang. Kali ini, yang jadi sorotan adalah penggunaan bahan bakar minyak. Mereka merancang langkah efisiensi, pelan-pelan dan terukur, untuk mengantisipasi gejolak geopolitik dunia yang bisa bikin pasokan energi goyah.
Menurut Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Karo Infohan Sekjen Kemhan, ini bentuk mitigasi dini. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional agar tetap kokoh.
"Pemerintah memandang perlunya mitigasi dini guna menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional," ujar Rico, Rabu (25/3/2026).
Kebijakan ini, katanya, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong langkah proaktif dan efisiensi. Namun begitu, semua itu harus dilakukan tanpa mengganggu layanan publik atau kesiapsiagaan negara.
Lalu, seperti apa wujudnya? Rico menjelaskan, Kemhan dan TNI bakal melakukan penyesuaian internal, lebih ke administratif dan manajerial. Intinya, efisiensi difokuskan pada aspek pendukung saja.
"Langkah-langkah yang disiapkan mencakup pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas," tuturnya.
Artikel Terkait
Openreach Gandeng Google Cloud untuk Percepatan Jaringan Fiber dan Kurangi Emisi Armada
Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Disebut Akibat Tekanan Ekonomi
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Lancar Berkat Strategi Buka-Tutup Rest Area
OJK Tegaskan Fundamental Perbankan Tetap Solid Meski Ada Revisi Outlook