Dampak ledakannya ternyata cukup hebat. Banyak warga sekitar yang langsung berlindung. Kaca-kaca jendela bergetar hebat diterpa gelombang suara yang dahsyat. Suasana panik sempat melanda.
Di tengah situasi mencekam itu, ada kabar baik. Wali Kota Port Arthur, Charlotte M. Moses, memastikan tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam insiden tersebut. Kilang Valero itu sendiri terletak sekitar 145 kilometer di timur Houston.
"Kami mendesak warga di bagian barat Port Arthur untuk tetap di dalam rumah. Tim pemadam kebakaran masih bekerja memadamkan api," ujarnya.
Ledakan ini terjadi di saat yang kurang tepat. Harga bahan bakar minyak global sedang mengalami lonjakan akibat ketidakpastian pasokan. Perang antara AS-Israel dan Iran jelas jadi salah satu pemicu utamanya.
Kilang Valero Port Arthur bukan fasilitas kecil. Tempat ini mempekerjakan sekitar 770 orang dan mampu memproses hampir 435.000 barel minyak per harinya. Fungsinya untuk memurnikan minyak mentah berat menjadi berbagai produk, seperti bensin, solar, hingga bahan bakar jet.
Artikel Terkait
Keluarga Anggi Ungkap Awal Pertemuan dengan Pria Irak di Malaysia
Timnas Indonesia Hadapi Tekanan Ranking FIFA Saat Hadapi Saint Kitts and Nevis
Larangan Truk di Tol Picu Kepadatan Ekstra di Jalur Pantura Cirebon
ASDP Tambah Lajur Antrean Motor di Bakauheni untuk Arus Balik Lebaran