“Atraksi yang sifatnya bukan seperti sirkus, tapi hanya edukasi seperti feeding time dan keeper talk,” paparnya.
“Itu adalah jadwal pemberian makan oleh petugas sekaligus ada penjelasan atau edukasi yang dilakukan.”
Di sisi lain, untuk mengatasi membludaknya kendaraan, pengelola sudah siaga. Mereka menyiapkan 27 titik kantong parkir tambahan, sebuah antisipasi yang dirancang sejak Ramadan lalu.
“Antisipasi ini sudah kita lakukan memasuki bulan puasa kemarin,” kata Bambang.
“Kita menyiapkan ada sekitar 27 titik tambahan untuk kantong parkir roda 4 dan roda 2.”
Kapasitasnya cukup besar: bisa menampung sekitar 5.000 mobil dan 20.000 motor. Mereka bahkan memanfaatkan jalan utama di dalam area sebagai tempat parkir darurat. Kalau sampai penuh, pengunjung terpaksa harus cari tempat di luar kawasan.
“Pengunjung dipersilakan mungkin cari parkir di luar atau biasanya juga warga sekitar akan menyediakan tempat parkir tambahan,” tuturnya.
Sejauh ini, situasi masih bisa dikendalikan. Meski ramai, tidak ada penumpukan kendaraan yang parah. Pantauan di lapangan hingga sore hari menunjukkan kondisi parkir sudah bersih.
Pada pukul setengah sebelas pagi, suasana di dalam Ragunan sangat hiruk-pikuk. Mayoritas pengunjung datang berombongan dengan keluarga. Kepadatan juga merambat ke jalan di sekitarnya, seperti Jalan Harsono RM menuju pintu utara. Arus dari utara ke selatan macet mengular, antreannya mencapai sekitar satu setengah kilometer. Arah sebaliknya? Lumayan lancar.
Artikel Terkait
Rest Area Cipali Diterapkan Sistem Buka-Tutup Atasi Kepadatan Arus Balik
Keluarga Anggi Ungkap Awal Pertemuan dengan Pria Irak di Malaysia
Timnas Indonesia Hadapi Tekanan Ranking FIFA Saat Hadapi Saint Kitts and Nevis
Larangan Truk di Tol Picu Kepadatan Ekstra di Jalur Pantura Cirebon