"'Liga Champions' kami adalah soal nilai, bekerja dengan visi masa depan di dalam klub yang serius," sambung mantan gelandang Spanyol itu.
Di sisi lain, dedikasi kemenangan untuk keluarga Hartono terasa sangat tulus. Fabregas mungkin belum pernah bertatap muka langsung dengan almarhum, tapi ia paham betul betapa besar kontribusi sang taipan Indonesia bagi klub yang ia tangani sekarang. Tanpa mereka, semua ini mungkin takkan terwujud.
"Hari ini kami mengirimkan pelukan hangat kepada keluarga Hartono. Kemenangan hari ini menjadi lebih berarti karena hal tersebut," terangnya.
Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura pada 19 Maret 2026 lalu. Usianya 86 tahun. Kepergiannya tentu meninggalkan duka, tapi seperti yang diperlihatkan Fabregas dan skuadnya, juga menjadi pendorong semangat yang kuat. Lima gol tanpa balas itu, lebih dari sekadar angka, adalah sebuah penghormatan.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini
Menhub Tegaskan Aturan Pembatasan Truk Jelang Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Debut Resmi Pelatih John Herdman
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik