Di sisi lain, pemerintahan Trump tak tinggal diam. Sejumlah langkah diambil untuk meredakan kepanikan pasar. Salah satunya dengan melepas stok minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS, bekerja sama dengan anggota International Energy Agency lainnya. Wright mengungkapkan, pada Senin lalu, AS akan melepas sekitar 1 hingga 1,5 juta barel per hari. Jumlah itu rencananya bakal ditingkatkan lagi, bisa mencapai 3 juta barel per hari.
Nah, kalau bicara soal perkembangan lain, Venezuela menarik untuk disimak. Wright menilai kondisi negara produsen minyak itu sekarang jauh lebih baik ketimbang beberapa bulan silam. Ini terjadi pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan pengambilalihan ekspor minyak Venezuela oleh AS. Hasilnya? Sekitar 200.000 barel produksi minyak mentah per hari berhasil dipulihkan.
Wright baru-baru ini berkunjung ke Caracas. Dia bertemu dengan presiden sementara, Delcy Rodriguez, dan sempat melihat langsung ladang-ladang minyak di sana. Dari pertemuan itu, dia optimis Venezuela pada akhirnya akan menggelar pemilihan umum. Meski begitu, dia enggan merinci lebih jauh soal timeline atau syarat-syaratnya.
Semua langkah ini diambil sementara pasar masih terus berdegub kencang. Penutupan Selat Hormuz jalur pelayaran utama ditambah serangan-serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah, jelas meninggalkan kerusakan yang efeknya akan terasa untuk jangka panjang. Tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini
Menhub Tegaskan Aturan Pembatasan Truk Jelang Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Debut Resmi Pelatih John Herdman
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik