Di tengah gejolak pasar energi yang memanas, Menteri Energi AS Chris Wright justru menyuarakan pandangan yang cukup mengejutkan. Menurutnya, lonjakan harga minyak global saat ini belum sampai pada titik yang bisa menekan permintaan. Pernyataannya itu dia sampaikan langsung di konferensi energi bergengsi CERAWeek di Houston, Texas, awal pekan ini.
Padahal, situasinya sendiri sedang tidak stabil. Harga minyak dunia sudah menembus level USD100 per barel. Pemicunya jelas: konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran yang belum juga reda. Krisis ini bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir.
“Kami ingin mengalirkan minyak ke kilang-kilang di Asia dan meminimalkan penurunan aktivitas pengilangan,”
Ucap Wright, menekankan bahwa kawasan Asia adalah yang paling merasakan dampak guncangan ini. Makanya, menjaga pasokan minyak untuk kilang di sana jadi prioritas utama pemerintahnya.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini
Menhub Tegaskan Aturan Pembatasan Truk Jelang Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Debut Resmi Pelatih John Herdman
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik