“Maka dari itu akan kami kelola dengan baik dengan mekanisme rekayasa lalu lintas,” tegasnya.
Meski berbagai skenario telah disiapkan, Kakorlantas punya imbauan khusus. Ia meminta para pengendara agar tidak memaksakan diri pulang tepat di tanggal 24. Kenapa? Sebab, kebijakan one way ini kemungkinan akan diperpanjang hingga tanggal 26 Maret, tergantung kondisi lapangan.
“Jadi one way nasional arus balik bukan hanya di tanggal 24,” terang Agus.
“Tanggal 25 pun kita perpanjang ketika bangkitan arus tinggi. Kalau flow-nya sudah rendah, baru bisa kita cabut. Oleh sebab itu, jangan fokus pulang di tanggal 24. Nanti malah terjadi penumpukan di Km 70 sampai arah Jakarta,” pungkasnya mengingatkan.
Intinya, persiapan sudah matang. Tapi, keputusan untuk berangkat atau menunda perjalanan balik, ada di tangan pengendara. Pilihannya: ikut berebutan di puncak, atau cari waktu yang lebih longgar di hari-hari berikutnya.
Artikel Terkait
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik
CEO BlackRock Peringatkan AI Berpotensi Perlebar Kesenjangan Kekayaan
Fabregas Persembahkan Kemenangan Telak Como untuk Almarhum Michael Bambang Hartono
Arus Balik Diprediksi Puncak Besok, Bakauheni Sudah Padat Sejak Hari Ini