"Kami jadinya koordinasi dengan pihak polres Garut terkait jam-jam one way. Di Garut harusnya dikuras (lalu lintas normal kendaraan), baru dari Gentong bisa diberlakukan one way ke arah Garut,"
jelas dia.
Di sisi lain, kondisi arus mudik terpantau masih relatif lancar. Sampai hari kedua Lebaran, pergerakan kendaraan dari arah Ciamis menuju Jawa Tengah yang melintasi Gentong masih cukup smooth. Yang terlihat dominan memadati ruas jalan dari Letter U Lingkar Gentong hingga perbatasan Garut-Tasikmalaya masih kendaraan plat Z (Tasikmalaya). Belum terlalu variatif dengan plat D (Bandung) atau B (Jakarta).
Soal waktu pulang ini, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi sudah mengimbau jauh-jauh hari. Dia memohon para pemudik mempertimbangkan pulang lebih awal. Jangan nunggu puncaknya.
"Saya mengimbau dan mungkin sangat memohon ya, jangan menunggu arus balik itu puncaknya yang diperkirakan kalau saya mengikuti pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan itu terjadi hari Selasa dan malam Rabu atau hari Rabu malam Kamis,"
kata Asep.
Karakteristik pemudik memang cenderung memilih pulang beramai-ramai di H 3 sampai H 5. Itu yang bikin antrean kendaraan mengular setiap tahunnya. Jadi, kalau bisa menghindari tanggal-tanggal itu, perjalanan balik mungkin bakal lebih nyaman.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Regional Balas Ultimatum Trump
Akses Puncak Monas Ditutup Lebih Awal Selama Libur Lebaran 2026
OJK Rancang Aturan Permodalan Baru untuk Perkuat BPR/S
Prabowo Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Prioritas dalam Perjanjian Dagang dengan AS